BANTEN  

Siswi SMK Saat PKL Alami Pelecehan dari Oknum ASN Kec. Carenang Kab. Serang

banner 120x600

Serang, CNC MEDIA.- Kasus pencabulan kembali terjadi di Kabupaten Serang. Seorang siswi berinisial FT (17) yang saat ini masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), diduga menjadi korban pencabulan saat tengah melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di Kantor Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, pada (14/3/2023) lalu.

Menurut pengakuan korban, FT mengatakan kejadian ini berawal ketika ia sedang membersihkan ruang kantor kecamatan.

Tanpa diduga, seorang pria yang bekerja di kantor tersebut, mendekati FT yang sedang menyapu. Kemudian, dengan secara tiba-tiba memeluk, mencium, dan meremas payudara FT.

“Dia (Sekmat) langsung memeluk dan mencium, sama meremas payudara saya’,” ungkapnya, Senin (12/6/2023).

FT menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada (14/3) dan sejak saat itu, FT juga mengaku telah menceritakan kejadian itu kepada staf yang ada di Kantor Kecamatan tersebut serta kepada guru di Sekolahnya.

Akan tetapi sangat disayangkan, hingga saat ini kasus tersebut belum ada respon atau tindakan yang diambil sebagai tanggapan terhadap laporan korban tersebut.

“Saya sudah melaporkan pada pak Muhtadi sama pak Judi (Staf kecamatan), mereka bilang hendak melaporkan hal tersebut. Tapi sampai sekarang, tidak ada tindak lanjutnya dan saya juga menceritakan peristiwa itu ke sekolah. Tapi, responnya hanya mengatakan tenang dan sabar dan hanya itu saja yang dikatakannya. Saya juga mengajukan untuk pindah tempat PKL. Namun, disuruh untuk tetap di Kecamatan itu saja,” jelasnya.

Sementara dari sumber yang tidak mau disebut namanya mengatakan, “Menurut info yang beredar, kasus ini sengaja diendapkan dan dibungkam, oleh salah seorang pejabat publik di wilayah kabupaten Serang, yang notabene pelaku pencabulan tersebut adalah titipan pejabat tersebut,” ungkapnya. Rabu (14/6/2023).

Dirinya berharap agar kasus seperti ini, Tidak lagi terjadi menimpa siswi-siswi peserta PKL lainnya, dan pelaku agar segera diberikan sanksi sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Peristiwa ini sangat mengguncang FT dan keluarganya. Sebagai seorang siswi yang sedang menjalankan PKL, FT seharusnya mendapatkan pengalaman berharga dan pembelajaran yang positif di Lingkungan Kerja. Akan tetapi, tindakan pencabulan yang dia alami telah mengubah pengalaman tersebut menjadi sebuah trauma yang sangat buruk. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *