Sebelumnya Terlihat Linglung, Tukang Bakso di Pandeglang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Pandeglang, CNC MEDIA.- Nasib tragis seorang tukang baso bernama Arif Wibisono (35) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi kontrakannya di Kp. Gadutunggul RT 01/RW 09, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu (6/3/2024).

Dari informasi yang diterima redaksi, pada hari Rabu 6 Maret 2024 sekira pukul 16.00 Wib Sdr. Epin Tripurnama (24) karyawan Barber Shop di samping Warung bakso Sdr. Arif merasa curiga dari pagi hari belum buka warung bakso yang bersangkutan.

Kemudian Sdr. Kevin Tripurnama dan Sdr. Jaenal Abidin masuk dari jendela karena curiga ada suara teriak dari dalam kontrakan dan sudah dikunci dari dalam.

Dan ditemukan Sdr. Arif mengakhiri hidupnya di kamar mandi kontrakan menggunakan seutas tali tambang yang diikatkan ke kayu kaso tempat menyimpan barang-barang di dalam kamar mandi.

Pada pukul 17. 25 WIB personil dan kendaraan INAFIS Polres Pandeglang tiba di TKP dan akan mengevakuasi korban ke RSUD Pandeglang (Berkah)

Diketahui, sebelum gantung diri yang bersangkutan dalam keadaan sakit dan sering melamun, dan malam sebelumnya masih sempat bersama dengan karyawannya.

Rekan Korban, Samidi menuturkan bahwa korban merupakan warga asli Kabupaten Wonogiri yang sudah tinggal selama 4 tahun di Pandeglang karena berprofesi sebagai tukang bakso.

Kata dia, sebelum kejadian korban pernah mengeluh bahwa dirinya sedang sakit namun tidak menyangka jika korban akan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Kemarin pas ketemu bilang sama saya katanya lagi sakit tapi ga nyangka bakal kaya gini (gantung diri). Korban sudah mengontrak disini sekitar 4 tahun, kebetulan kalau istrinya kemarin pulang ke kampung halamannya,” kata rekan korban saat ditemui di lokasi.

Dia menuturkan bahwa korban pernah cerita sering mendapatkan bisikan gaib dan seperti orang linglung. Bahkan, sebelum ditemukan meninggal dunia korban pernah ingin mencoba gantung diri namun berhasil digagalkan.

“Sudah dua kali melakukan percobaan namun yang pertama sempat digagalkan dan ini merupakan percobaan yang kedua kali,” terangnya.

Samidi juga membantah jika korban sedang mengalami masalah ekonomi. Pasalnya, malam hari sebelum ditemukan meninggal dunia kios bakso milik korban ramai pengunjung namun korban sudah terlihat seperti orang linglung.

“Justru semalam rame pengunjung tapi gitu kaya kosong (seperti linglung),” tutupnya. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *