LEBAK, CNC MEDIA – Puluhan warga mendatangi dapur penyedia program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Pasir Garu, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (9/4/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kualitas dan distribusi makanan yang dinilai tidak layak.
Warga mengaku kecewa dengan menu yang disajikan untuk anak-anak, khususnya siswa sekolah. Beberapa makanan disebut tidak memenuhi standar gizi, bahkan ditemukan dalam kondisi kurang layak konsumsi.
“Kami bukan menolak programnya, tapi menolak jika kualitasnya seperti ini. Karena menyangkut kesehatan anak-anak kami. Menunya bau, kami berharap segera diperbaiki agar sesuai standar gizi dan higienis,” ujar salah satu warga melalui sambungan WhatsApp kepada awak media.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB itu menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan.
HIMACIDA Angkat Suara
Aktivis Himpunan Mahasiswa Cibadak (HIMACIDA), Saepul Rahman, menilai persoalan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan kelalaian serius yang berpotensi merugikan generasi muda.
“Ini pengkhianatan terhadap gizi anak. Program MBG seharusnya meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak Indonesia. Namun sejak dapur dibuka, banyak aduan masyarakat terkait makanan tidak layak. Itu sama saja mengkhianati masa depan anak bangsa,” tegas Rahman.
HIMACIDA mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan audit terbuka terhadap pelaksanaan program MBG, serta mengevaluasi satgas di tingkat kecamatan dan kabupaten yang dinilai lalai dalam pengawasan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan masyarakat. Bahkan, pengelola tidak hadir di lokasi saat aksi berlangsung.
“Kami berharap masyarakat terus memantau dan melaporkan jika peristiwa ini berulang. HIMACIDA akan mengawal proses ini, bila perlu sampai dapur tersebut ditutup,” pungkas Rahman. (Yanto-CNC)















