BANTEN  

Proyek 1.4 M lebih, terkesan mangkrak, pengerjaan rehabilitasi jalan Kerta – Pasirbuntu dipertanyakan warga

banner 120x600

Lebak, CNC MEDIA.- Pengerjaan Rehabilitasi Jalan Kerta Pasir buntu yang menjadi penghubung di dua kabupaten antara kabupaten Lebak dengan kabupaten Pandeglang yang kurang Lebih 15 tahun tanpa tersentuh pembangunan dari Provinsi dan Kabupaten.

Kini jalan tersebut dibangun oleh pemerintah kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) kabupaten Lebak APBD 2023 akan tetapi sampai saat ini pembangunan sudah hampir satu Bulan diduga mangkrak dan menjadi Pertanyaan Publik. Kamis (12/10/2023).

Pasalnya pembangunan jalan yang menelan anggaran cukup Besar dengan NO SURAT PERJANJIAN, 620/901/PPK/SP/BM/DPUPR/2023
TANGGAL: 09 Agustus 2023
PROGRAM: Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/kota
SUB KEGIATAN : Rehabilitasi Jalan
PEKERJAAN : Kerta Pasir Buntu
LOKASI : Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak
PENYEDIA JASA : CV Karya Giffa Putra Utama
NILAI KONTRAK: RP. 1.470.386.000.00
WAKTU PELAKSANAAN : 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender
SUMBER DANA : APBD Kabupaten Lebak, Tahun Anggaran 2023

Pembangunan Jalan Kerta Pasir Buntu di pertanyakan warga karena disinyalir pembangunan jalan tersebut yang selama ini ditunggu masyarakat pengguna jalan yang dari kecamatan Wanasalam dan dari wilayah perbatasan Pandeglang, karena jalan tersebut adalah jalan alternatif untuk menempuh jalan ke arah Kabupaten Lebak.

Berdasarkan Pantauan awak media di lokasi menyebutkan, proyek rehabilitasi jalan Kerta Pasirbuntu ini dikerjakan oleh CV. Karya Giffa Putra Utama.dengan nomor kontrak SPK: 620/901/PPK/SP/BM/DPUPR/2023. Dengan tanggal kontrak 09 AGUSTUS 2023 lalu.

Anehnya, perusahan CV. Karya Giffa Putra Utama, yang menangani proyek Rehabilitasi jalan Kerta-Pasir Buntu diduga terbengkalai dan entah apa karena satu alat berat Rusak tergeletak di pinggir Jalan sehingga warga disana mempertanyakan kelangsungan pembangunan Jalan tersebut yang Bulan kemarin dikerjakan tapi sampai saat ini tidak ada aktifitas pekerja, sehingga proyek yang ditanganinya tak kunjung rampung alias terbengkalai.

Padahal pembangunan jalan yang selama ini dinanti malah menjadi pertanyaan Publik apakah jalan tersebut hanya selesai sampai disitu, apa cuman sekedar melakukan pelebaran dan pengurugan jalan yang berlubang menggunakan batu. tanpa sampai selesai seolah pembangunan tersebut dibiarkan begitu saja cuman mengobati harapan warga yang menanti sudah belasan tahun jalan tersebut dilakukan perbaikan.

Apalagi jalan yang sulit dilalui kendaraan ketika di waktu musim penghujan hilir mudik pemotor dan mobil cuman melintas di jalan tanah kering tak berani menginjak jalan berbatu karena sulit di lalui jika roda motor melintas dan menginjak Batu yang berserakan demi menghindari terjatuhnya maka pemotor selalu memakai jalan tanah tersebut.

Beberapa warga yang melintas di lokasi sering menanyakan ke beberapa warga yang mengerti pembangunan jalan tersebut.

Salah satu pengguna jalan yang. tidak mau di sebutkan namanya mengungkapkan kepada awak media, “Apakah jalan dibangun cuman begini saja di bangunnya, padahal kami yang melintas sangat menanti kemerdekaan jalan Kerta Pasirbuntu dengan jarak kurang lebih tujuh Kilo. Tetapi pembangunan jalan tersebut hanya sampai pelebaran dan pengurugan lubang dengan menggunakan batu yang menggunakan alat berat, padahal kami selaku warga meminta kepada pemerintah kabupaten Lebak dalam hal ini ingin sekali jalan yang kami lintasi tiap hari ini di bangun sama dengan jalan yang lainnya terlihat bagus,” katanya.

Tetapi, lanjutnya, “Ini pembangunan jalan tersebut sangatlah miris karena batu batu besar berserakan di tengah jalan pas di tanjakan sangatlah acak acakan, bahkan kurang lebih satu bulan tidak dilanjutkan lagi pengerjaan, apalagi kalau melihat anggaran cukup besar, apalagi musim penghujan akan datang maka jalan ini akan kembali ketempat semula yang dipenuhi lumpur di mana mana,” ujarnya.

Padahal jika Jalan tersebut diperbaiki dengan Baik dan normal maka masyarakat akan meningkat penghasilan Bumi karena imbas jalan yang sulit dilalui kendaran menjadi penyebab hasil bumi warga ketika di jual sangat lah jauh dari harga pasaran, karena para Tengkulak hasil akan lebih jauh memutar kendaraannya untuk sampai ke tujuan untuk membeli hasil bumi warga, dengan menempuh perjalanan sekitar 21 kilo yang seharusnya cuman berjarak 7kilo jika melalui jalan yang sekarang di bangun, dan jika di hitung jarak perjam jika para tengkulak memakai jalan memutar dengan kisaran dua jam perjalanan akan tetapi jika menggunakan jarak yang tujuh Kilo cuman memakan waktu sekitar 20 menit, akibat persoalan tersebut menjadi penyebab hasil Bumi Petani dengan harga jual sangatlah murah karena jika harga di luar penjualan sangat lah jauh jika dibandingkan dengan harga yang mereka jual sangat murah karena menempuh perjalanan yang sangat jauh jika jalan tersebut tidak ada perbaikan dari pemerintah dengan seutuhnya.

Awak mediapun masih berusaha mencari no Kontak Kabid Binamarga PUPR Kabupaten Lebak yang membidangi Rehabilitasi Jalan Kerta-Pasir Buntu untuk mengkonpirmasi sehingga Berita ini diterbitkan. (Bj-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *