banner 728x250

Pembangunan Jalan Rabat Beton di Dusun XIV Desa Sei Paham Diduga Asal Jadi

  • Bagikan
banner 468x60

KAB ASAHAN, CNC MEDIA.- Pembangunan jalan rabat beton di Dusun XIV Desa Sei Paham.Kecamatan Sei kepayang diduga asal jadi, tak sesuai bestek maupun Rencana Anggaran Biaya Pemerintah Desa (RABPDes).

Ini terlihat dari kualitas pekerjaan pembangunan jalan rabat beton yang baru dikerjakan beberapa hari ini, Rabu (13/10/2021).

banner 336x280

Hal itu dikatakan masyarakat Kampung Sei nyiur, Badik samosir pada CNC Media, Rabu (13/10/2021) sore, bahwa pekerjaan rabat beton ini menuai sorotan warga,

“Sehingga dengan kejadian ini diduga campuran material pembangunan tidak sesuai dengan RAB. Akibatnya, akan menimbulkan keretakan pada bagian tengahnya, karena hanya dihambur kerikilnya dan pasir lalu disiram dan ditaburi semen dan disiram air seperti membuat batako,” tuturnya.

Kami bersyukur dengan pembangunan jalan ini, namun warga kecewa dengan hasil pembangunan yang baru saja dikerjakan sudah ada tanda-tanda kerusakan.

“Padahal jalan itu kan jalan yg sangat dibutuh kan masyarakat, sebagai jalan produksi mengeluarkan hasil pertanian seperti kelapa dan lain nya, tetapi kami kecewa, karena belum dilalui saja sudah seperti itu kondisinya,” sebutnya.

Baca juga :  PEMKOT TANJUNGBALAI DIHARAPKAN MEMPERHATIKAN TATA PARKIR DI PAJAK SUPRAPTO

Diketahui pembangunan jalan rabat beton ini menelan biaya Dana Desa tahun 2021 sebesar Rp 110.000.000 dengan volume 1,5 M X 230 M.

Warga lainnya, Tanda menuturkan, bingung dengan pembangunan jalan itu.

“Sebagai warga mengharapkan pembangunan jalan rabat beton harusnya benar-benar dikerjakan sesuai dengan bestek dan RAB. Kami menduga pekerjaannya asal jadi, pasalnya belum dilalui kendaraan saja sudah ada tanda yang retak,” imbuhnya.

Pasalnya selama proses pembangunan itu, warga di lapangan melihat penggunaan untuk campuran batu kerikil sangat minim tidak sesuai dengan panjangnya pekerjaan. Mereka juga meminta pihak Pemkab Asahan melalui Inspektorat maupun instansi terkait melakukan investigasi ke lokasi pembangunan jalan rabat beton tersebut.

“Ini agar kami sebagai warga bisa mengetahui pekerjaan yang sebenarnya, bukan seperti ini dan seolah-olah ada ditutupi masyarakat dan Tim Pengelolah Kegiatan (TPK) desa ,” tegas Badik Samosir.

Redaksi CNC MEDIA

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *