LEBAK  

Merasa Kecolongan, TPM P3A Cipta Abadi Bongkar Bangunan Irigasi Tak Sesuai Spek

LEBAK, CNC MEDIA – Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Kelompok P3A Cipta Abadi Desa Cibungur, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, melakukan pembongkaran pasangan batu sepanjang 20 meter pada pembangunan irigasi Program P3-TGAI. Tindakan ini dilakukan karena pemasangan batu tidak mengacu pada juklak dan juknis serta tidak sesuai spesifikasi teknis.

Mepi, TPM P3A Cipta Abadi, menjelaskan bahwa kesalahan terjadi saat dirinya tidak berada di lokasi. “Saya kemarin dua hari tidak ke lokasi karena ada urusan lain. Ketika saya tidak ada, tukang batu bekerja tanpa pengawasan sehingga muncul pasangan batu yang salah dan diberitakan media,” ujar Mepi di lokasi pembangunan.

Mepi menegaskan bahwa hal ini merupakan kelalaian, namun tidak perlu didramatisir seolah disengaja. “Sedang dalam proses perbaikan, sekitar 21 meter bangunan irigasi dibongkar. Pasangan batu yang sekarang sudah sesuai spesifikasi,” tambahnya.

Ketua Kelompok P3A Cipta Abadi, Jupran, mengakui kurang memahami teknis pemasangan batu. “Ini pelajaran bagi saya. Ke depan akan dijadikan patokan cara pasang batu belah yang benar dan sesuai spek,” ujarnya.

Ketua DPAC Badak Banten Perjuangan Kecamatan Cijaku–Cigemblong turut hadir memastikan kondisi di lapangan. Ia menanggapi pemberitaan salah satu media online yang menyebut pembangunan irigasi tidak sesuai spek di P3A Cipta Abadi Desa Cibungur dan P3A Sinar Ratu Tani Desa Cikaratuan.

Yuda, Ketua BBP Kecamatan Cijaku–Cigemblong, menegaskan bahwa bangunan masih dalam tahap pengerjaan. “Berita itu terlalu mendramatisir. Faktanya fisik sesuai aturan, hanya ada kekurangan kecil dan masih tahap pengerjaan. Kalau sudah finishing tidak sesuai spek, barulah bisa dikatakan melanggar aturan,” jelasnya.

Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau King Badak, meminta agar TPM dan P3A bekerja maksimal demi kualitas hasil. Ia juga mengingatkan media dan lembaga pengawas untuk menjalankan fungsi secara profesional. “Mari fungsikan pengawasan dengan baik dan benar. Jaga marwah profesi agar tidak tercoreng akibat pengawasan yang melenceng dari tupoksi,” tegasnya. (Red-CNC)