LEBAK, CNC MEDIA – Progres pembangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) oleh P3A Karya Naga di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak sempat diberitakan tidak sesuai spesifikasi karena menggunakan pasir halus. Menyikapi hal tersebut, tim Badak Banten Perjuangan turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi.
Setelah melakukan pengecekan, tim memastikan kualitas fisik bangunan irigasi tetap kokoh dan tidak kalah dengan konstruksi yang menggunakan pasir kasar.
“Setelah kami cek fisik bangunan di titik lokasi irigasi P3A Karya Naga, kualitasnya tidak kalah hebat dibandingkan bangunan yang menggunakan pasir kasar,” ujar Subandi, tim monitoring Badak Banten Perjuangan. Kamis (9/7/2026).
Subandi menambahkan, keberadaan pasir kasar di wilayah Lebak Selatan sangat langka sehingga sulit diperoleh. Kendati pasir yang digunakan berbentuk halus, kualitasnya tetap bagus sehingga konstruksi bangunan kuat.
“Tak masalah halus, yang penting kualitasnya bagus dan menghasilkan fisik bangunan kuat berbobot,” kata Yuda di lokasi pembangunan P3-TGAI kelompok P3A Karya Naga.
Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Deri Sihabudin menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan irigasi P3A Karya Naga tetap mengacu pada Rencana Anggaran Belanja (RAB) sebagai patokan belanja material agar kualitas fisik bangunan terjamin.
“Saya sebagai TPM selalu memberikan arahan dan pendampingan kepada kelompok. Adapun pasir halus tidak masalah, yang penting bagus pada kualitas fisik irigasi,” jelas Deri Sihabudin.
Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau akrab disapa King Badak, meminta para pelaksana pembangunan irigasi P3-TGAI lebih mengutamakan kualitas fisik bangunan yang kuat dengan dukungan material berkualitas.
“Pelaksana bangunan irigasi fokus pada pekerjaan, gunakan material yang bagus agar menghasilkan fisik yang berkualitas dan kuat,” tegas Eli Sahroni. (Red-CNC)















