Pelayanan RSUD Malingping Dinilai Mundur, Masyarakat Keluhkan Tidak Ada Dokter Spesialis Jantung

📝 "iya andai ada spesialis jantung di RS Malingping, aku ga bakalan bulak balik ke RS Rangkas buat berobat jantung bapak ku, tiap bulan harus bulak balik RS Rangkas. Sudah hampir 10 bulan seperti ini,"

Lebak, CNC – Pelayanan kesehatan RSUD Malingping dinilai mundur, hal ini disebabkan karena dua dokter spesialis yang tadinya ada menjadi tidak ada.

Diketahui dokter spesialis jantung dan dokter spesialis kulit yang tadinya ada dalam pelayanan RSUD Malingping, kini tidak ada dan belum diketahui penyebabnya hingga dua dokter spesialis ini tidak lagi ada.

Plt Direktur RSUD Malingping, dr. Susi Mulyani, ketika dikonfirmasi mengenai dua dokter spesialis yang kini tidak ada, melalui WhatsApp messenger membenarkan, namun ketika ditanya lebih lanjut, tidak menjawab, Selasa 15 September 2026.

“Waalaikumsalam, iya pak.” Singkatnya.

Sementara itu, Humas RSUD Malingping, Taufik mengkonfirmasi bahwa pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengadakan dokter apa jantung. Semenjak habis kontrak pada Januari 2026, belum mendapatkan dokter spesialis.

“Kita bukan ga berusaha, melalui iklan, sosmed, komite RS, bahkan menghubungi universitas-universitas. Cuma ya itu tadi, lulusan dokter spesialis itu jarang, dan biasanya pengabdian dulu ke daerah terpencil,” jelasnya.

Masyarakat Malingping, Herlina, membenarkan pihaknya sangat terganggu dengan tidak adanya pelayanan dokter spesialis jantung di RSUD Malingping, hingga harus menempuh jarak jauh ke Rangkasbitung untuk kontrol penyakit jantung keluarganya

“iya andai ada spesialis jantung di RS Malingping, aku ga bakalan bulak balik ke RS Rangkas buat berobat jantung bapak ku, tiap bulan harus bulak balik RS Rangkas. Sudah hampir 10 bulan seperti ini,” ujarnya mengeluh.

Pelayanan kesehatan masyarakat di RSUD Malingping dianggap mundur atau menurun, indikatornya dua dokter spesialis, jantung dan kulit yang sebelumnya ada kini tidak ada. Terutama spesialis jantung, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena penyakit ini merupakan penyebab utama kematian di Indonesia, yang tentunya di Lebak Selatan pasiennya juga banyak