Pekerjaan Normalisasi Ruas Jalan Poros Desa Banyuasih sudah mulai dikerjakan, sumber Dana Desa tahap 1 Th 2024

Pandeglang (CNC MEDIA) – Pekerjaan normalisasi sepanjang 726 meter Ruas Jalan poros Desa Banyu Asih dengan metode normalisasi secara tekhnis sesuai Standar dari pagu anggaran dari perencanaan awal MusrembangDes.

Hasil pantauan media, terkait adanya proyek Pengerasan jalan di kampung Pamatang Kanyere Kelapa Koneng Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis Pandeglang sesuai standar mutu pagu poros desa. Kamis (02/05/2024).

Supri selaku tim teknis pekerjaan mengatakan, “Normalisasi jalan tersebut dibangun bersumber dari Dana Desa (DD) tahap 1, dan saat ini kami secara swadaya lagi dikerjakan bersama rekan dan TPK Desa Banyuasih sesuai dengan material yang digunakan, melainkan pake batu andersit dari Quari tambang yang ada di Kecamatan Cigeulis,” paparnya.

Lanjut Supri, “Pekerjaan ini kami bangun dari titik Kampung Bandarjaya ke kampung Pamatang Bunar dengan panjang 726 meter dengan metode normalisasi karena jalan ini sebelumnya sudah ada namun keadaannya rusak dan bergelombang,” pungkasnya.

Santa selaku TPK desa Banyuasih menjelaskan, “Pekerjaan ini kami kawal dan sebagai bentuk tanggung jawab kami selaku tim pelaksana pekerjaan kami selalu giatkan sampai jalan ini selesai juga kami gunakan material yang kami gunakan sesuai kebutuhan serta material dari tambang bukan batu cadas dan bila sudah di scrining kami pun akan turunkan vibro agar jalan lebih padat sehingga ke depan apabila dianggarkan lagi mungkin bisa masuk ke rambat beton,” pungkasnya.

Saprudin selaku pengguna jalan merasa bersyukur, “Karena kami sangat sering melintas ke kampung Pamatang Kanyere ketika menemui keluarga, dulu jalan ini berlumpur saat ini alhamdulilah sudah tidak ada kendala lagi,” singkatnya.

Suhedi selaku warga dari Kp.Pamatangkanyere RT 02/RW 08 mengucapkan terimakasih kepada pemerintah desa, “Karena akses jalan ke kampung kami dibangun oleh pemerintah desa Banyuasih, karena mengingat jalan ini selalu berlumpur dan sulit dilalui kala musim hujan, akses jalan ke kampung kami nyaris lumpuh karena sulit untuk dilalui, tapi saat ini alhamdulilah membawa hasil tani pun lancar,” tuturnya. (H/NS-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *