banner 728x250

Ormas GAIB 212 Kecam Klinik Tanti Kirana yang Diduga Tak Manusiawi

  • Bagikan
banner 468x60

Lebak, CNC MEDIA.- Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gabungan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) 212 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Lebak, mengecam Pelayanan Kesehatan (Yankes) Klinik Kesehatan Tanti Kirana Kecamatan Muncang, yang dinilai tak berperikemanusiaan, saat menelantarkan Jenazah Pasien atas nama Rumyadi, Warga Kampung Sindangagung, Rt.01, Rw.02, Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, usai dirawat di Klinik tersebut, pada Sabtu (28/8/2021).

Hal ini diungkap Rosid Umar Vijay, Ketua DPC.Ormas GAIB 212 Kabupaten Lebak, ditemui di Sekretariatnya, Minggu, 29 Agustus 2021.

banner 336x280

“Kami sangat mengecam Pelayanan pihak manajemen Klinik Kesehatan Tanti Kirana Kecamatan Muncang, karena tidak bersedia mengantarkan Jenazah Pasien yang sebelumnya dirawat di Klinik tersebut, padahal di Klinik juga ada mobil ambulance, tapi alasan pihak manajemen tak masuk akal, mobil matic, ban gundul, akhirnya Jenazah kami antarkan menggunakan mobil pick-up alias losbak” ungkap Rosid Umar Vijay, dengan nada kesal.

Menurut Umar Vijay, sapaan akrab Ketua DPC.Ormas GAIB 212 Lebak ini, dalam waktu dekat pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

Baca juga :  Dukung Program Pemerintah, SMPN 2 Malingping Gelar Vaksinasi Untuk Pelajar

“Insya Allah kami akan mendorong permasalahan ini kepada Dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kabupaten Lebak selaku Leading Sector yang bertanggungjawab dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Layanan Kesehatan di Wilayah Kabupaten Lebak, agar segera memanggil penanggungjawab Klinik Kesehatan Tanti Kirana Kecamatan Muncang, mengevaluasi perizinannya, dan  bila perlu, mencabut Izin Operasionalnya, karena kami menganggap pihak manajemen Klinik Kesehatan Tanti Kirana, tidak memanusiakan manusia, padahal mereka adalah garda terdepan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai Kemanusiaan,” beber Umar Vijay.

Sementara itu, pimpinan klinik Hj.Nurlaela ketika dihubungi wartawan bersama salah satu anggota ormas Gaib membantah pihaknya menelantarkan Jenazah Pasien atas nama Rumyadi, ia beralasan pihaknya sudah melakukan sesuai prosedur yang ada di klinik tersebut terkait penanganan pasien.

“Tadi juga saya ada teman yang menghubungi saya membahas tentang itu, jadi begini pak Santi istri pasien atas nama Rumyadi sebelumnya sudah ada perjanjian dengan pihak klinik, sebelumnya saya juga memprediksi pasien tersebut akan meninggal tetapi tidak etis saya mengatakan itu didepan keluarga pasien, tetapi meski begitu tindakan medis tetap kami lakukan dengan melakukan beberapa pemeriksaan medis terhadap pasien,” terang Nurlela.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Pemdes Lebakkeusik bekerjasama dengan Puskesmas Bojongjuruh Gelar Vaksinasi

Disinggung soal tidak diperbolehkannya ambulan dipake oleh pasien, Nurlela menjelaskan bahwa sebelumnya sudah ada perjanjian tertulis dengan keluarga pasien bahwa pihak klinik tidak bisa menggunakan mobil tersebut karena kondisi medan jalan ke kampung pasien tidak memungkinkan.

“Waktu masih di UGD pak sebetulnya mengenai ambulan sudah dibahas, karena kesana mobil ambulan ini ga bisa masuk pak karena kondisi jalannya, kami sudah pernah ke sana masalahnya, dengan keluarga pasien kami tidak ada masalah, cuma mungkin karena ada pihak ke tiga saja yang membesarkan masalah, keluarganya sendiri kesini pada bawa mobil pak, apa salahnya membawa dengan mobil mereka,” pungkas Nurlela.

Redaksi CNC MEDIA

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *