Kisah Haru Seorang Buruh di Palembang, Alami Kecelakaan Kerja Kedua Tangan Diamputasi dan Istri Hamil 9 Bulan

Palembang, CNC MEDIA.- Tak pernah terpikirkan oleh Aris Munandar (21), seorang buruh bangunan akan menjalani kehidupan tanpa kedua tangan.

Tangan kiri dan kanan Aris terpaksa harus diamputasi akibat kecelakaan yang dialaminya saat bekerja.

Kejadian ini terjadi pada tanggal 19 November 2019, bermula pada saat Aris bekerja sebagai buruh bangunan.

Tak sengaja badan Aris terkena aliran listrik yang berada di lokasi tempat dirinya bekerja.

Akibat dari kecelakaan tersebut aris mengalami luka bakar parah di kedua tangan dan juga kaki.

Kedua tangan Aris terpaksa diamputasi karena luka bakar yang parah.

Selain kedua tangan diamputasi, bagian pinggang Aris mengalami luka dan ada bagian tulang yang dipotong akibat dari luka bakar tersebut.

Saat kejadian tersebut Aris masih dalam keadaan sadar tanpa pingsan sekalipun.

Ia menceritakan bahwa saat kejadian badannya berasa seperti ingin meledak dan sangat panas.

“Masih sadar, badan beraso cak nak meledak itu panas galo badan. Sampai kini dak ado pingsan apo cakmano,” kata Aris saat menceritakan kejadian tersebut.

Baca juga :  Berbagi Di Hari Raya Idul Adha 1442 H, PT ACM MAHADAT TRANS Salurkan Daging Kurban Untuk Karyawan

Saat ini, Aris hanya bisa berbaring lemah dirumahnya yang berada Jalan Kemasrindu, Rt.37 Rw.10 Sungki Ujung Ogan Baru, Palembang, bersama istrinya yang sedang hamil sembilan bulan dan juga anaknya yang masih berumur 2,5 tahun.

Asruni yang merupakan istri dari Aris sehari-harinya bekerja di perusahaan swasta yang ada di kota Palembang.

Sempat tak menyangka suami yang ia cintai harus mengalami nasib tragis seperti ini.

Aris pun sempat mendapat pertanda sebelum kejadian tersebut.
Pada saat akan berangkat kerja ia berapa kali hampir mengalami kecelakaan dijalan.

“La kentel pirasat waktu nak kejadian tu, pagi pagi sebelum berangkat berapo kali nak kecelakaan. Begawe jugo datang la agak siang waktu itu,” kata Aris.

Saat dioperasi, keluarga Aris tidak sampai mengeluarkan biaya. Hanya saja pasca operasi setiap lima hari sekali Aris harus mengganti perban yang ada di kakinya.

“Dak bisa dibawak kerumah sakit karno susah dibawak, jadi datangkan perawat untuk ganti perbannyo. Sekali ganti biayanyo 300 ribu, biaya itu jugo biaya sendiri,” kata Asruni.

Baca juga :  Rektor Universitas Cenderawasih: Otsus Lahir Sebagai Resolusi Konflik dan Percepatan Pembangunan di Papua

Saat ditemui dirumahnya, Asruni mengungkapkan bahwa saat kejadian, Asruni sedang bekerja.

Betapa terkejutnya ia mendapati kabar bahwa suami tercinta mengalam kecelakaan saat bekerja.

Sebelum kejadian tersebut banyak pertanda yang ia rasakan.

“Banyak sudah pertando, dak nyangko bakal keno di ayahnyo. Pagi tu aku negur anak aku jangan main listrik gek tesentrum dak taunyo siangnyo dapat kabar ayahnyo kesentrum,” kata Asruni.

Redaksi CNC MEDIA

CNC MEDIA

Akurat dan terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *