LEBAK, CNC MEDIA – Peta politik di Kabupaten Lebak kembali bergeliat. Kejutan besar muncul dari salah satu tokoh muda berpengaruh di tanah jawara, Moch. Nabil Jayabaya. Pengamat politik lokal Banten, H. Eli Sahroni atau akrab disapa King Badak, menilai langkah Nabil bergabung dengan Partai Demokrat merupakan strategi politik tingkat tinggi yang akan mengubah konstelasi kepemimpinan daerah.
Resmi Kenakan Seragam Demokrat
Keputusan Nabil mengenakan seragam biru berlambang Mercy pada Musda V Demokrat Banten bukan sekadar perpindahan biasa. Langkah ini dipandang sebagai manuver politik yang membuka jalan menuju kursi Ketua DPC Demokrat Lebak.
Sultan Mutiara dan Kedekatan Akar Rumput
Publik mengenal Nabil bukan hanya sebagai pengusaha muda sukses dengan julukan Sultan Mutiara, tetapi juga sebagai figur dengan investasi sosial kuat. Rekam jejaknya turun langsung membantu masyarakat, memperbaiki jalan rusak, hingga mendengar keluhan warga pelosok, membuatnya memiliki ikatan emosional dengan akar rumput. Kombinasi kekuatan finansial, jaringan bisnis (Gapensi), dan popularitas sosial menjadikan kehadirannya magnet politik bagi Demokrat.
Menurut King Badak, pada Minggu (2/8/2026) bergabungnya Nabil di tingkat wilayah membawa angin segar ke daerah. Publik dan internal partai meyakini Nabil akan menduduki jabatan Ketua DPC Demokrat Lebak melalui Muscab yang direncanakan akhir Agustus. Kehadirannya dipandang sebagai suntikan energi baru yang mampu mendongkrak marwah Demokrat di Lebak.
Analisis King Badak menegaskan, menakhodai DPC Demokrat adalah pintu masuk utama bagi Nabil menuju kontestasi Pilkada Lebak. Hubungan kekeluargaan dengan jajaran fungsionaris daerah semakin memperkuat fondasi politiknya. Dengan kendali penuh atas Demokrat, Nabil memiliki tiket pencalonan sekaligus daya tawar kuat untuk maju sebagai Calon Bupati maupun Wakil Bupati Lebak.
King Badak menyimpulkan, langkah Nabil adalah simbiosis mutualisme politik. Demokrat mendapatkan figur muda visioner yang dicintai masyarakat, sementara Nabil memperoleh kendaraan taktis untuk melangkah dari ruang usaha dan aksi sosial menuju kursi pengambil kebijakan utama di Lebak.
Muscab Demokrat akhir Agustus diprediksi menjadi panggung gebrakan berikutnya dari Nabil Jayabaya. (Red-CNC)















