CERPEN  

“Keluarga Miskin dan Peringatan Maulid”

Penulis:
I.Angfaris..

Di sebuah kampung kecil, hiduplah sebuah keluarga miskin yang selalu berusaha untuk hidup dengan baik. Ayah mereka, Pak Ahmad, adalah seorang pengusaha kecil yang memiliki beberapa kontrakan dan usaha pertanian. Ibu mereka, Ibu Fatimah guru honorer di sekolah dasar didesa tempay mereka tinggal, adalah seorang ibu rumah tangga yang selalu menjaga keluarganya dengan penuh kasih sayang.

Tahun-tahun sebelumnya, keluarga ini selalu aktif dalam kegiatan kampung, termasuk peringatan Maulid Nabi. Mereka selalu membayar iuran yang telah ditetapkan oleh panitia dengan tepat waktu. Namun, tahun ini berbeda. Pak Ahmad sedang sakit cukup lama dan usahanya mengalami penurunan omzet yang sangat tajam.

Pak Ahmad berusaha untuk tetap kuat dan tidak menyerah. Ia tahu bahwa keluarganya sangat bergantung padanya. Namun, ia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya ketika panitia peringatan Maulid mengumumkan bahwa iuran tahun ini harus dibayar sebelum acara dimulai.

Pak Ahmad tahu bahwa ia tidak bisa membayar iuran tersebut. Ia merasa malu dan sedih karena tidak bisa berpartisipasi dalam peringatan Maulid seperti tahun-tahun sebelumnya. Anak-anaknya juga merasa sedih karena tidak bisa bergabung dengan teman-temannya dalam acara tersebut.

Ibu Fatimah mencoba untuk menenangkan suaminya dan anak-anaknya. Ia mengatakan bahwa mereka tidak perlu malu karena tidak bisa membayar iuran. Yang penting adalah mereka tetap bersyukur dan berusaha untuk menjadi lebih baik.

Namun, perasaan malu dan sedih tetap menghantui keluarga tersebut. Mereka merasa seperti tidak dihargai oleh masyarakat kampung karena tidak bisa membayar iuran. Mereka berharap bahwa panitia bisa memahami situasi mereka dan memberikan kesempatan untuk membayar iuran secara bertahap atau memberikan bantuan kepada keluarga yang tidak mampu.

Akhirnya, peringatan Maulid tiba dan keluarga tersebut tidak bisa berpartisipasi dalam acara tersebut. Mereka merasa sedih dan malu, namun mereka tetap bersyukur dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Mereka berharap bahwa tahun depan mereka bisa berpartisipasi dalam peringatan Maulid dengan lebih baik.