Jalan Rusak Parah, Warga Desa Kiarajangkung Tandu Orang Sakit Sejauh 3 KM

banner 120x600

Pandeglang, CNC MEDIA.- Warga terpaksa menggunakan tandu tersebut karena akses jalan wilayah Desa Kiarajangkung, Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang Banten yang mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dilewati kendaraan roda empat. Dalam unggahan video tersebut warga menggotong salah satu warga sedang sakit parah menggunakan tandu melewati jalan yang terpantau memang rusak.

Dalam video juga mengatakan lebih baik dirawat ke RSUD MALINGPING daripada ke RS Pandeglang soalnya penanganan RS Malingping lebih bagus dan sigap ketika ada pasien.

Lanjut ada suara keluhan warga juga dengan menggunakan bahasa Sunda dengan nada kesal “Bergantian, jalana tuh gayis Te boga pamarentah dongna di Desana ie, ges te di aku doangna ku Bupatigeh doangna ie, ngomongna Masyarakat ges sejahtera masyarakat nu mana nu gs sejahtera ie Masyarakat muriang di gotong ieuh, Coba mana ie Bupati yeh buktikeun ulah ngomong doang giliran boga kahayang rek nyalon haliwu janji ka masyarakat, Coba buktikeun tong ngomong galede sungut doang, Demikian Ucapnya dalam Video tersebut.

Dengan beredarnya vidio tersebut awak media menelusuri pengunggahnya, diketahui pengunggah video tersebut warga Desa Kiarajangkung bernama Jakani Junaedi selaku pembina ORMAS KKPMP Mada Pandeglang.

Saat dikonfirmasi CNC MEDIA, Jakani warga Desa Kiarajangkung mengatakan, Perkembangan zaman sudah semakin maju, teknologi semakin canggih, tetapi di desa kami masih tertinggal seperti zaman dulu, orang sakit masih ditandu untuk menuju ke jalan yang bisa dilalui mobil seperti layaknya orang meninggal.

“Sebenarnya saya nangis batin tapi apa daya, saya hanya masyarakat biasa, ga bisa berbuat banyak, hanya bisanya berkoar melalui medsos mengharap belas kasihan dari pemerintah tentunya kepada instansi terkait, mohon dengan hormat untuk segera direspon jeritan kami masyarakat kiara Jangkung, kami berharap Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang dan dinas terkait bisa segera membantu membangun akses jalan di desa kami, Desa tidak akan maju dan sejahtera jika akses jalan hancur seperti ini,” ujarnya.

Lanjut Jakani, bukan hanya kesulitan membawa orang sakit untuk berobat, tapi juga mengangkut hasil panen wargapun ke pasar sangat kesulitan, dan juga banyak keluhan dari anak-anak pelajar yang menggunakan motor yang pulang pergi.

“Kondisi sekarang masih sama seperti dulu. Saat musim panas saja, kendaraan roda 4 jarang yang berani melalui jalan itu. Kalau musim hujan jalan itu tak bisa dilewati oleh roda empat karena becek dan rusak parah bahkan motor pun sering berjatuhan, bahkan saat ada orang sakit mau berobat harus ditandu melewati jalan tersebut,” tambahnya.

Dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pihak desa yaitu Kadus 3 Udin membenarkan ada warganya yang ditandu karena sakit untuk dibawa ke salah satu rumah sakit lantaran akses jalan rusak tidak bisa dilalui oleh kendaraan jenis minibus.

“Ya benar pak ada warga desa kami hari ini yang ditandu untuk di bawa ke rumah sakit, sekitar 3 KM sampai ke mobil di lapangan Kiarajangkung, status jalan tersebut jalan lingkungan desa sudah diprioritaskan akses jalan tersebut di Musdus hingga MUSdes pada tahun 2019, tapi karena terhalang oleh aturan pemerintah Pusat Dana Desanya dijadikan BLT jadi terhambat kita tidak bisa berbuat apa apa,” ucapnya.

“Tapi kalau mobil pengangkut barang seperti Carry dan L 300 bisa masuk ke kampung tersebut lantaran agak tinggi, semoga Covid segera berhenti dan akses jalan bisa kita bangun secara bertahap meskipun jalan tersebut tidak akan selesai dibangun satu tahun dengan menggunakan dana desa, saya berharap ada bantuan melalui Pembangunan Aspirasi Dewan,” pungkasnya. (Andres-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *