BANTEN  

Insiden Medis Warnai Upacara HUT RI ke-81 di Jawilan, Lambannya Penanganan Puskesmas Dikecam

SERANG, CNC MEDIA – Pelaksanaan Upacara HUT RI ke-81 di Lapangan Majasari, Kecamatan Jawilan, Serang, Banten, Senin (17/8/2026), diwarnai insiden medis kedaruratan yang memicu kecaman keras dari masyarakat.

Usai prosesi pengibaran bendera Merah Putih dan pembagian trofi lomba, suasana khidmat mendadak berubah tegang ketika Ibu Kepala Desa Majasari, yang juga Ketua Panitia 17 Agustus tingkat kecamatan, ambruk akibat sengatan cuaca ekstrem. Korban sempat tergeletak tanpa penanganan medis cepat dari tim Puskesmas Jawilan, sehingga memicu kepanikan di lapangan.

Kesigapan personel Polsek Jawilan menjadi penentu. Mobil dinas patroli langsung digunakan untuk mengevakuasi korban menuju fasilitas kesehatan terdekat. Tindakan cepat aparat kepolisian ini dinilai menyelamatkan kondisi korban dari situasi yang lebih fatal.

Lambannya respon tim medis Puskesmas Jawilan menuai kritik keras dari tokoh pemuda dan aktivis masyarakat. “Kami mengecam keras ketidaksiapan Kepala Puskesmas Jawilan beserta jajaran nakesnya. Ini agenda besar tahunan, bagaimana mungkin mitigasi darurat sekelas pingsan saja tidak siap? Jika bukan karena Polsek, entah bagaimana kondisi Ibu Kades tersebut,” tegas seorang aktivis lokal.

Aktivis mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Serang segera mengevaluasi kapasitas kepemimpinan Kepala Puskesmas Jawilan.

Saat dikonfirmasi, Plt. Kepala Puskesmas Jawilan tidak berada di lokasi. Bidan Eva, pegawai Puskesmas, menjelaskan bahwa tim medis sempat kembali ke puskesmas untuk mengambil peralatan.

“Kami bersama tim medis ada di lokasi, hanya saat insiden kami sempat balik ke puskesmas ambil peralatan. Pas kembali, kami berpapasan dengan kendaraan patroli Polsek yang sudah membawa pasien. Alhamdulillah pasien sudah ditangani dan diperbolehkan pulang. Kami atas nama Puskesmas meminta maaf atas insiden ini,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi catatan hitam di tengah momentum sakral kemerdekaan. Publik berharap instansi kesehatan daerah lebih sigap dan menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan massal.