LEBAK, CNC MEDIA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten mengajak masyarakat di daerah itu agar mewaspadai penyakit yang muncul pada musim hujan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Lebak, dr. Firman Rahmatullah, mengatakan bahwa penyakit yang muncul pada musim hujan disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit karena kondisi lingkungan yang tidak bersih. Rabu (20/11/2024).
Biasanya, musim hujan muncul penyakit seperti selesma, influenza, dan infeksi saluran pernapasan. Selain itu, infeksi saluran pencernaan juga menjadi ancaman seperti diare akibat infeksi virus atau bakteri seperti Escherichia coli. Penyakit lain yang menular melalui jalur fekal-oral, seperti demam tifoid yang ditularkan dari makanan yang tercemar bakteri, juga penyakit leptospirosis yang ditularkan melalui urine tikus.
Selain itu, genangan air bersih sangat berpotensi menularkan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengantisipasi genangan air di sekitar tempat tinggal. Selain itu, masyarakat diimbau untuk membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mengonsumsi makanan yang bergizi, serta berolahraga.
“Kami berharap masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan dan membudayakan PHBS guna mencegah penyakit musim hujan,” jelasnya.
Menurut dr. Firman, masyarakat yang mengalami demam dan meriang lebih dari tiga hari serta pilek agar segera mengunjungi fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, balai pengobatan, maupun rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan medis.
Dinkes Kabupaten Lebak telah menginstruksikan kepada semua petugas medis di 44 puskesmas agar mengoptimalkan penyuluhan dan edukasi sebagai bentuk preventif dan promotif, yakni pencegahan dan pelayanan pengobatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Selama ini, pelayanan kesehatan di puskesmas dilayani selama 24 jam, sehingga masyarakat bisa mengunjunginya kapan saja. “Kami mengutamakan pelayanan kesehatan, terlebih musim hujan agar tidak terjadi kasus luar biasa (KLB) penyakit,” tutupnya. (Red-CNC)
















