DIDUGA DIKERJAKAN ASAL ASALAN DRAINASE DAN TPT DI KP KUNTILI KEC PANIMBANG JEBOL

banner 120x600

Pandeglang, CNC MEDIA.- Bahwa pelaksanaan pembangunan ruas jalan nasional titik Cilegon-Pasauran-Cibaliung-Citeureup dan Tanjung Lesung, pelaksana PT. Karuniaguna Inti Semesta, dengan nilai anggaran: Rp 23.216.254.000, dalam pelaksanaan proyek pelebaran ruas jalan yang di titik lokasi Citeureup-Tanjung Lesung, dan pekerjaan sudah berjalan dua bulan, pelaksanaan proyek pelebaran ruas jalan dan pasangan drainase berikut TPT diduga pasalnya dikerjakan tidak sesuai aturan dan kontruksinya, bahwa pihak PT Karuniaguna Inti Semesta dalam awal mengerjakan proyek pelebaran ruas jalan dan drainase berikut pekerjaan TPT yang ada di kp Kuntili Tanjung Lesung tidak ada konsultan pengawas dr pihak Dinas PUPR, pihak perusahaan PT Karuniaguna Inti Semesta pelaksana lapangan Iman dan logistik lapangan Niko sebelumnya sudah diberikan teguran dan saran oleh ketua pengurus Lembaga Bidang Hukum Ham (GIB) Gerakan Indonesia Bersatu korwil Banten yaitu Heri Ruswadi berserta tim media.

Heri Ruswadi selaku ketua BHH GIB, korwil Banten, menyampaikan ke awak media, Bahwa pelaksanaan proyek pembangunan pelebaran ruas jalan dan drainase berikut pasangan TPT sebelumnya sudah memberikan masukan dan arahan kepada pihak pelaksana lapangan dan logistik, agar pelaksana dan logistik dalam melaksanakan pekerjaan harus mengikuti aturan dan kontruksi yang benar.

Saran yang disampaikan oleh ketua pengurus BHH GIB. Heri Ruswadi kepada pihak pelaksana dan logistik, pihak perusahaan harus menyiapkan mesin molen, bak adukan, dan dolak sebagai pengukuran perbandingan antara pasir dan semen, dan pekerja diberikan sepatu bot, helm, rompi.

“Dalam awal pekerjaan untuk pemasangan pondasi draenase dan TPT, terlebih dahulu harus membersihkan lumpur dan air yang menggenang, dalam peletakan batu pertama pondasi drainase atau TPT, dan sebelum meletakan batu pertama di bagian pondasi bawah arus terlebih dahulu di ampar pasir dan adukan,” saran ketua pengurus lembaga BHH GIB Heri Ruswadi kepada pelaksana dan logistik namun tidak diindahkan, atau diabaikan.

Lanjut Heri Ruswadi kepada awak media, “Pihak pelaksana Iman dan logistik Niko, Saya bekerja atas perintah pimpinan perusahaan PT Karuniaguna Inti Semesta pada saat pelaksanaan pekerjaan pasangan drainase dan TPT, Heri Ruswadi menyakan mana konsultannya. dipertanyakan kepada pelaksana dan logistik.

Menurut keterangan dari pihak pelaksana dan logistik lapangan, Iman dan Niko. Bahwa pelaksanaan proyek pelebaran ruas jalan di titik Citeureup-Tanjung Lesung belum ada konsultan yang di tunjuk, ucap iman dan Niko. dan saya bekerja hanya perintah pimpinan.

Bahwa pelaksanaan proyek pelebaran ruas jalan di titik Citeureup -Tanjung Lesung diduga telah melanggar aturan dan kontruksinya berdasarkan tidak adanya konsultan pengawas dari pihak Dinas PUPR. dan pekerjaan proyek pembangunan ruas jalan titik Citeureup-Tanjung Lesung yang di lokasi kp Kuntili dikerjakan secara asal asalan, dan hasil tidak memuaskan untuk awal pekerjaan drainase dan TPT sudah jebol kembali.

Ketua pengurus lembaga BHH GIB korwil Banten Heri Ruswadi menghubungi melalui pesan wa kepada pelaksana lapangan, Iman. Dan jawabannya cukup sederhana,

Iman selaku pelaksana mengatakan kepada Heri Ruswadi, bahwa pekerjaan yang jebol akibat dari pekerjaan PDAM. Ucap iman.

Kata Heri Ruswadi. “Bahwa pekerjaan dari PT Karuniaguna Inti Semesta dari kesalahan pekerjaan yang jebol melempar kepada pihak lain”

Maka Heri Ruswadi meminta kepada pihak pemerintah Dinas SATKER PUPR agar segera turun ke lokasi.

“Dan agar pekerjaan yang tidak sesuai aturan dan kontruksi yang benar, agar di kerjakan ulang,” ucap Heri Ruswadi selaku ketua pengurus BHH GIB korwil Banten. (NS-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *