Bumdes “Sinar Asih” Desa Tambak Baya Jadi Pelopor E-Warung Mandiri Program Sembako

Cibadak, CNC MEDIA.- Kepala Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak-Banten, Yuli Achmad Alber berinisiatif melaksanakan sistem e- warung mandiri pada program sembako di desanya melalui Bumdes Sinar Asih sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat, khususnya para petani setempat.

“Kami berinisiatif melakukan sistem mandiri dalam Program sembako ini. Selain untuk memberdayakan masyarakat setempat, pengiriman pada KPM juga dengan cara mandiri seperti pengadaan bahan-bahannya tidak disediakan oleh suplaier sembako seperti desa-desa yang lain. Tapi kami melakukan sistem mandiri yang dikelola oleh Badan Usaha Milik DESA (BUMDES) sebagai suplier,” kata Kepala Desa Tambak Baya Yuli Achmad Alber, yang juga sering di panggil Abet.

Kata Pak Kades, bahwa Program Bantuan Sosial Pangan (BSP) sudah selayaknya sesuai acuan Pedoman Umum (Pedum) pada sembako tahun 2020, yang di utamakan untuk pemberdayaan ekonomi lokal, artinya semua bahan-bahan sembako yang dibagikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di suplai langsung dari pengusaha lokal/setempat.

“Dengan memperdayakan masyarakat setempat ini dibuktikan dengan disalurkannya beras lokal sebanyak 10kg dari hasil pertanian desa setempat, satu ekor ayam, tempe, dan buah-buahan jenis salak pondoh, yang juga hasil produksi petani lokal,” terangnya.

Baca juga :  Memperingati HUT RI ke-75, Koramil 0313/Mlp Laksanakan Gerakan Siliwangi Cinta Tanah Air

Kepala Desa Tambak Baya mengaku akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberdayakan petani lokal di Desa Tambak Baya dari hasil tani agar kebutuhan sembako lebih dari cukup, tentu untuk memenuhi kebutuhan KPM. Bahkan jika memungkinkan Desa Tambak Baya siap menyuplai program sembako untuk satu Kecamatan Cibadak.

Sementara itu, Arnah salah satu penerima manfaat program sembako saat ditemui di agen pembagian sembako menyampaikan, setelah adanya sistem mandiri yang di inisiatifkan oleh Kepala Desa, sembako di sini tidak pernah jelek selalu bagus barangnya dan tidak pernah diprotes oleh semua masyarakat disini.

“Ema mah katarimakeun ieu sembako didiemah selama ditarima sae bae tara goreng, tara diprotes ku kabehan ge” (Ibu, selama menerima program sembako di sini tidak pernah jelek selalu bagus barangnya dan tidak pernah diprotes oleh semua masyarakat disini)*,” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa, Program Sembako di Kabupaten Lebak ada 3 suplier besar yang memasok bahan bahan sembako ke setiap agen e waroeng yang ada tersebar di seluruh Kecamatan. Penyalur proram sembako tersebut di antaranya, PT Aam, CV Astan dan Perum Bulog. Tapi ironi ketika ada 3 perusahaan besar yang memasok, pemberdayaan petani lokal akhirnya tersisihkan.

Baca juga :  Jelang Idul Fitri Pasar Tradisional Kerta Padat

Redaksi CNC MEDIA source Histori.

CNC MEDIA

Akurat dan terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *