LEBAK  

Antisipasi Dampak Zona Industri, Yayasan Ukuy Buhing Kolaborasi dengan GP Ansor Lebak Gelar ToT Ngaji Ekologis

Lebak, CNC MEDIA – Yayasan Ukuy Buhing, sebuah organisasi nirlaba yang telah berdiri selama hampir empat tahun di Kabupaten Lebak, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas generasi muda Lebak dalam menyongsong penetapan Zona Industri di 11 kecamatan di Kabupaten Lebak. Melalui dukungan anggaran dari YAPPIKA, Yayasan Ukuy Buhing menggandeng Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lebak menggelar Training of Trainer (ToT) Ngaji Ekologis Advokasi terhadap Kader Muda di Kecamatan Wilayah Terdampak Pembangunan Kawasan Industri Kabupaten Lebak pada Kamis (27/02/2025) di Hotel Maris Rangkasbitung.

Kegiatan ToT tersebut diikuti oleh 36 orang yang terdiri dari 18 Pemuda Ansor di 11 kecamatan, 7 orang Fatayat NU, dan 2 orang dari Pelajar/Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Turut hadir pula dalam acara tersebut sebagai narasumber yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, serta praktisi lingkungan. Acara secara resmi dibuka oleh Ketua PC NU Kabupaten Lebak, KH. Asep Saefullah. Sementara itu, Yayasan Ukuy Buhing diwakili oleh Maksudi selaku Program Manajer.

Maksudi dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa sebagai yayasan yang berdomisili di Lebak, sudah seharusnya pihaknya peduli terhadap kemajuan Lebak termasuk kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) di dalamnya. Masih menurut Maksudi, tema Ngaji Ekologis dipilih dan menyasar pemuda Ansor perwakilan kecamatan, Fatayat NU, dan PMII sebagai peserta guna menyongsong adanya penetapan zona industri di Kabupaten Lebak yang secara otomatis akan menimbulkan dampak positif maupun negatif baik terhadap lingkungan, sosial, maupun ekonomi sekitar titik yang dijadikan zona tersebut.

“Kita jangan hanya bisa menjadi penonton di daerah sendiri, kita harus bisa mengambil peran dengan adanya perusahaan-perusahaan yang nanti akan berdiri di tengah-tengah kita. Maka kami menyasar generasi muda untuk ditingkatkan kapasitasnya di bidang lingkungan/ekologis. Kami yakin generasi muda NU memiliki semangat yang tinggi untuk terus mengawal keserasian alam dan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Asep Saefullah dalam sambutannya menekankan pentingnya kader muda NU untuk terus menambah pengetahuan di luar aspek keagamaan demi bisa bersaing dengan individu-individu lainnya dalam menciptakan kemaslahatan di tengah umat. “Segala sesuatu yang baru dan bersifat baik serta tidak melanggar aqidah harus diambil. Generasi muda NU jangan anti dengan hal-hal baru, harus terus meng-upgrade diri sendiri dengan pengetahuan-pengetahuan modern, karena kita sekarang ada di zaman modern,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua PC GP Ansor Lebak, Hikayatul Ahyat, menyambut gembira dan mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Ukuy Buhing. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat diperlukan bagi para anggota dalam rangka peningkatan kapasitas di bidang lingkungan serta di bidang teknik advokasi lingkungan itu sendiri. Menurutnya, materi-materi yang disampaikan narasumber sangat relevan dengan fenomena saat ini mengenai perubahan lingkungan yang diakibatkan oleh beberapa industri yang eksisting maupun industri yang direncanakan, serta materi-materi tentang kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam menyongsong zona industri tersebut.

“Kader muda NU jago hadist dan fiqih itu sudah biasa, tapi yang jago lingkungan, advokasi, dan pendampingan masyarakat masih harus terus ditingkatkan jumlahnya sehingga keberadaan kader muda NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *