Lebak, CNC – Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan yang tergabung di dalamnya aktivis, unsur mahasiswa dari Gerakan 9, serta unsur LSM dan Ormas akan mengadakan aksi unjuk rasa besar-besaran di alun-alun depan kantor Kecamatan Malingping pada Rabu 2 September 2026.
Gerakan tersebut diadakan karena menyayangkan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang bagus namun di kotori oleh mafia proyek sehingga pengerjaan pada pengerjaan program tersebut di Lebak Selatan dituding buruk kualitasnya.
Hendrik Arizky, perwakilan mahasiswa dari Gerakan 9, mengatakan pihaknya menyoroti program Jalan Bang Andra karena prihatin program yang bagus namun pelaksanaannya buruk kualitasnya.
“Dalam pergerakan ini ada pihak yang berupaya membenturkan kami dengan warga, sehingga kami perlu sampaikan bahwasannya, kami bukan anti dan menghalangi pembangunan. Namun pengamatan kami, kualitas dan spesifikasi pengerjaan Jalan Bang Andra di Lebak Selatan ini buruk, hal inipun diperkuat dengan adanya temuan BPK RI pada program Jalan Bang Andra ini. Sehingga kami anggap perlu perbaikan dan evaluasi program, serta sanksi dan hukum jika ditemukan pidana merugikan keuangan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Asep Sudjana, dari unsur LSM Harimau, mengungkapkan pihaknya bersama rekan-rekan lembaga lainnya mengambil sampel dari sejumlah program Bang Andra yang ada di Lebak Selatan. Hasilnya, pada sampel di sejumlah titik, pengerjaan diduga asal-asalan.
“Bersama rekan-rekan kita sudah turun ke lapangan untuk melihat pengerjaan program Bang Andra, kami menyimpulkan pengawasan program ini buruk, baik dari Dinas PUPR Provinsi Banten maupun konsultan sehingga kualitas dan spesifikasi yang dikerjakan oleh para kontraktor meskipun buruk namun dibiarkan,” ungkapnya.
Didasari dengan keprihatinan dan kepedulian terhadap pembangunan, aktivis, Mahasiswa, LSM dan Ormas tergabung Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan menuntut Gubernur Banten evaluasi dan perbaikan menyeluruh program Bang Andra. Selain itu Kajati Banten agar mengusut pihak Dinas PUPR Provinsi Banten, Kontraktor, mafia proyek, maupun pihak terkait lainnya karena diduga keras ada indikasi kerugian negara pada program tersebut.
Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan menduga keras adanya mafia proyek, sehingga berdampak pada pengurangan kualitas, mutu dan spesifikasi pengerjaan Jalan Bang Andra baik pada Tahun Anggaran sebelumnya pada 2025 maupun yang kini sedang berjalan pada Tahun Anggaran 2026.
















