LEBAK, CNC MEDIA – Komunitas Pemuda Lebak Sajira sukses menggelar panen raya alpukat varietas unggulan di lahan percontohan Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (2/7/2026).
Acara ini dihadiri Ketua KTNA Provinsi Banten H. Oong Sahroni, Ketua KTNA Lebak Ferdi, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, pegiat lingkungan, serta puluhan pemuda setempat. Suasana penuh semangat tampak saat H. Oong memetik langsung alpukat jumbo dengan kulit mulus dari pohonnya.
Pertanian Modern Jadi Ladang Bisnis
Ketua KTNA Provinsi Banten H. Oong Sahroni menegaskan bahwa kegiatan ini membuktikan sektor pertanian di tangan generasi muda bukan lagi sekadar kerja fisik, melainkan ladang bisnis yang menjanjikan.
“Kami ingin mendobrak stigma bahwa bertani itu kotor dan tidak menghasilkan. Lewat pendampingan, pemanfaatan teknologi organik, dan pemilihan varietas alpukat aligator serta Miki, hari ini kami buktikan anak muda Lebak bisa menghasilkan produk berkualitas premium. Lahan tidur kini berubah menjadi produktif,” ungkapnya.
Alpukat yang dipanen memiliki keunggulan berupa daging tebal, tekstur lembut seperti mentega, dengan bobot rata-rata 600–800 gram per buah.
Menembus Pasar Lewat Digitalisasi
Tidak hanya fokus pada budidaya, Komunitas Muda Sajira juga mengembangkan strategi pemasaran digital. Mereka memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce untuk memotong rantai distribusi, sehingga keuntungan petani muda lebih maksimal.
Saat ini, hasil panen sudah menyuplai toko buah premium dan kafe estetis di wilayah Banten hingga Jakarta.
Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak yang hadir memberikan apresiasi tinggi, berharap gerakan ini menjadi role model bagi kecamatan lain dalam mempercepat regenerasi petani di Indonesia.
H. Oong menutup dengan harapan agar panen raya ini mampu menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk tidak gengsi turun ke sawah atau kebun. “Pertanian modern adalah kunci ketahanan pangan sekaligus peluang investasi masa depan yang mandiri,” pungkasnya. (Yanto-CNC)















