LEBAK  

8 Siswa SMA Negeri 4 Rangkasbitung Dikeluarkan Usai Terlibat Tawuran

 

 

LEBAK, CNC MEDIA – Sebanyak delapan siswa SMA Negeri 4 Rangkasbitung resmi dikeluarkan dari sekolah setelah diduga terlibat tawuran dengan siswa SMK PGRI Maja di kebun sawit Cisalak, Jumat (8/5/2026).

 

Tawuran bermula dari ejekan di media sosial Instagram yang kemudian berujung ajakan bentrok. Pertemuan antar siswa kedua sekolah itu berakhir ricuh, bahkan salah satu pelaku membawa senjata tajam berupa clurit dan pisau. Akibatnya, seorang siswa SMA Negeri 4 Rangkasbitung mengalami luka sabetan dan sempat dirawat di puskesmas sebelum dipulangkan ke rumah.

 

Pihak SMA Negeri 4 Rangkasbitung menegaskan bahwa kedelapan siswa yang terlibat tawuran benar merupakan siswa aktif di sekolah tersebut. “Kami sudah memberikan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan sekolah kepada delapan siswa yang terlibat. Orang tua siswa pun sudah mengetahui dan menerima keputusan ini,” ujar Humas SMA Negeri 4 Rangkasbitung.

 

Awak media yang mencoba mengonfirmasi ke pihak SMK PGRI Maja awalnya mendapat jawaban yang terkesan menutupi. Namun, setelah keluarga korban mendatangi sekolah, pihak wakil kepala sekolah, Maman, akhirnya mengakui bahwa siswa kelas XI yang disebut memang ada dan tidak masuk sekolah sejak Senin. “Kami akan segera mempertemukan pihak korban dengan pelaku,” tegasnya.

 

Sikap humas SMK PGRI Maja yang sempat menutup-nutupi kejadian ini sangat disayangkan, mengingat transparansi informasi penting untuk penyelesaian kasus dan menjaga nama baik sekolah. (CNC day)