LEBAK, CNC MEDIA – Kolaborasi antara Yayasan At-Taubah 60, YBM PLN, serta Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak dalam mengembangkan Kampung Landeuh sebagai destinasi eduwisata mulai menunjukkan hasil nyata.
Program pengelolaan eduwisata di Kampung Landeuh, Desa Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak tidak hanya berfokus pada pengembangan wisata, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Bersama YBM PLN Pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dilakukan meliputi program UMKM yang telah menghasilkan produk seperti keripik gula aren, keripik talas, gula aren semut dan jahe gula aren.
Selain itu di Kampung Landeuh juga telah dibentuk usaha Ternak Madu Trigona, anyaman bambu, gelang Eco-print dan Tas Koja. Serta beberapa pelatihan dan pembinaan bagi warga seperti pembinaan pencatatan keuangan, legalitas usaha, serta pelatihan penunjang lainnya.
Salah satu yang menjadi indikator keberhasilan program tersebut adalah pembagian hasil usaha homestay yang sebelumnya dibangun oleh YBM PLN kepada 25 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Landeuh.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bojongmenteng Ajat Sudrajat At-Taubah 60, Ketua Yayasan At-Taubah 60 Pak Ery, Pendamping Desa YBM PLN serta masyarakat setempat.
Dalam keterangannya, Ajat Sudrajat menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor pariwisata berbasis edukasi.
“Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa kerja sama yang baik bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga penerima manfaat mengaku sangat bersyukur. Ia menyebutkan sebelumnya tidak pernah membayangkan bisa mendapatkan penghasilan dari usaha homestay.
“Kami sangat senang, tidak pernah menyangka hari ini bisa mendapatkan uang dari usaha homestay. Semoga ke depan pengunjung semakin banyak, sehingga penghasilan warga juga bertambah,” ungkapnya penuh harap.
Program eduwisata ini diharapkan terus berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kampung Landeuh.
Selain itu, sinergi antara yayasan, pemerintah, dan masyarakat diharapkan menjadi contoh pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan di Kabupaten Lebak. (Kancing-CNC)















