LEBAK, CNC MEDIA – Kegiatan Keluarga Besar (KB) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Malingping, menggelar tasyakuran Nuzulul Qur’an, santunan Anak Yatim, berbagi takjil dan buka bersama (Bukber), acara dari sore sampai malam dengan tema “Iman, Uman, Aman, Amin” di Gedung MWCNU Lebak Jaha, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Sabtu (14/03/2026) sore.
Wakil Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lebak Kiai Husenudin Ahmadi turut menghadiri sampai selesai memaparkan, walaupun ini kegiatan rutinitas tahunan di sela-sela Bukber KBNU. Ini isinya merajut kebersamaan dan sinegritas antara pengurus serta pimpinan baik dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sampai ke Pengurus Ranting (PR) hingga Pengurus Anak Ranting (PARNU).
“Bukber juga dialog MWCNU Malingping, alhamdulillah terlaksana sukses. Saya pribadi apresiasi kepemimpinan berorganisasi, kita jadikan ini upaya merajut sinergitas dan kebersamaan, persatuan dan solidaritas Umat Nahdliyin. Karena, yang tau medan pergerakan titiknya di MWC sampai PARNU, bahkan kegiatan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) masih kokoh dan terjaga adat tradisinya, itu jangan hilang sampai anak cucu kita selaku penerus nanti,” ujarnya di sela-sela diskusi sesudah Bukber.
Ditempat yang sama Kiai Usep Saepudin Rais Syuriyah MWCNU Malingping mendukung penuh langkah pergerakan Tanfidziyah sebagai pelaksana roda kepemimpinan, jangan mengeluh untuk mengurusi NU, kita diam di organisasi keramat jangan dipermainkan tetap harus diurus.
“Siapapun yang mengurus NU dengan lurus, hidupnya bahagia. Bahkan kehidupan secara duniawinya sudah ditanggung, jangan ragu dapat apa di NU. Catat nih ucapan saya, sebagian harus ada di pemerintahan, ada pula bidang agamanya, pokoknya orang NU harus ada dimana-mana,” tuturnya.
Sedangkan Ketua Tanfidziyah KH Memed Humaedi kali ini penanggung jawab (PJ) kegiatan melaporkan, kerjasama yang baik, adalah kebersamaan semua pengurus. Ini bukti nyata terselenggaranya rutinan tahunan MWC. Berharap semua Lembaga, PRNU, PARNU dan Badan Otonom (Banom) gerak, jangan nunggu instruksi dari MWC.
“Geraknya semua pengurus, akan membuktikan hidup dan berjalannya roda organisasi, NU sudah besar, kita yang numpang besar. Bersama-sama gerak di semua lini kepemimpinan, MWCNU Malingping butuh sosok penerus penggerak bukan diam ditempat. Siapa lagi kalau bukan kita yang mengurusi, sebagai kepengurusan dibawah jangan terlalu fokus ke isu Nasional, cukup selamatkan di daerah masing-masing,” pungkasnya.
Acara dihadiri pengurus MWCNU, Lembaga dan Banom, diantaranya GP Ansor, Banser, MDS RA Fatayat NU, PMII, IPNU-IPPNU, JRA dan masyarakat umum lainnya. (Khotib-CNC)















