banner 728x250

Soal Volume Takaran Elpiji Subsidi Kurang, Ini Pernyataan Manager SPBE PT Manggar Mas Pratama

  • Bagikan
banner 468x60

Pandeglang, CNC MEDIA.- Dugaan kurangnya Volume takaran elpiji subsidi dari 3Kg disinyalir tidak profesionalnya petugas Sentra Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) PT Manggar Mas Pratama (MMP) Pandeglang, ketika mengisi ulang tabung elpiji. Akibatnya, tabung elpiji yang beredar ditengah masyarakat memiliki bobot, 2.790 gram, 2.800 gram, 2.850 gram dan 2.900 gram. Artinya kurang dari 3000 gram atau 3 Kilogram.

Menurut, Manager Sentra Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) PT Manggar Mas Pratama (MMP), Oktofinus S. Laiskodat terjadi kurangnya Volume takaran terhadap tabung elpiji 3kg tersebut diakibatkan human eror, dan karena berat tabung kosong juga menjadi pemicu, karena bobot tabung kosong itu tidak sama yakni 5 Kilogram.

banner 336x280

“Kurangnya Volume takaran elpiji subsidi dikarenakan human eror dan tidak semua tabung elpiji kosong memiliki bobot 5 Kilogram, ada aja yang kurang,” kilah dia di ruang kerjanya. Rabu (23/6/2021).

Oktofinus menjelaskan, bahwa SPBE hanya petugas dari Pertamina yang melakukan isi ulang terhadap elpiji kosong. Artinya tidak ada tugas lain selain mengisi ulang tabung elpiji.

Baca juga :  Lomba UKS sebagai Upaya Pemerintah Berikan Pemahaman dalam Berprilaku Hidup Sehat Sejak Dini

”SPBE setiap bulan ada stop opname dan itu langsung oleh petugas Pertamina yang datang ke sini, memang dikita dalam tiap bulan selalu ada sisa volume, paling 500 Kilogram atau setara dengan 1620 tabung dan Volume sisa di SPBE itu ditarik lagi oleh Pertamina,” sanggah dia lagi.

Masih kata Oktofinus, bahkan dirinya juga menyatakan telah terjadi isi ulang yang melebihi batas isi tabung, ” Namanya mesin ada aja kerusakan, kan Kalibrasi itu satu tahun satu kali, jadi kita gak tahu bila mesin mengalami kerusakan, bahkan pernah juga kita mengisi tabung dengan bobot 8.25 Kilogram pertabung,” tuturnya.

Sementara Angky, Kasie Teknik dan K3LL SPBE PT Manggar Mas Pratama, dirinya tak memungkiri bahwa kurangnya timbangan itu diakibat kelelahan petugas di SPBE, dan Human Eror. Dia juga menyadari para petugas di SPBE tidak sempurna. Wajar aja, kata dia bila dalam satu DO ada beberapa tabung yang memiliki timbangan yang kurang.

”Jadi sistem isi ulang di SPBE secara otomatis, bila tabung itu sudah cukup isinya maka mesin itu akan bergerak sendiri, bahkan tersentuh oleh tangan sudah pastinya alat itu akan otomatis keluar dari pentil tabung, bahkan terkadang kedatangan angin alam juga bisa membuat mesin itu bergerak karena ada penambahan bobot,” kata Angky.

Baca juga :  46 Miliar Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian Untuk Pandeglang Dikucurkan

Angky juga menjelaskan, bahwa tabung elpiji yang akan diisi ulang di SPBE dia menyebutkan masih ada sisa- sisa gas. Namun dia tak bisa menyebutkan berapa persen sisa gas yang ada di dalam elpiji.

“Betul sisa isi gas elpiji pasca digunakan oleh masyarakat masih ada, dan kita langsung isi, tabung itu. Sisa gas itu tidak dikeluarkan terlebih dahulu sebelum di isi terkecuali tabung itu bocor baru kita keluarkan sisa sisa gas didalam tabung,” imbuhnya.

Masih kata Angki, bahwa Agen yang mengisi ulang di SPBE MMP ada 10 Agen elpiji, Namun dia tak menyebutkan satu persatu Agen tersebut.

“Disini ada 10 Agen elpiji yang melakukan isi ulang, isi ulang berdasarkan Alokasi dari Pertamina dan bahkan untuk SPBE nya juga langsung ditunjuk oleh Pertamina,” tandasnya.

Ditanya soal siapa yang memasang segel Agen, dia mengaku bahwa hal itu dilakukan oleh petugas SPBE, akan tetapi tugas itu diluar Pertamina.

“Kita yang pasang itu segel perusahaan, jadi gini pak ketika tabung keluar dari gerbang SPBE harus sudah lengkap dengan segel, dan tidak mungkin itu dikerjakan oleh pihak pemilik Agen, kita hanya di kasih jatah oleh Agen 25 ribu per DO atau 560 tabung,” tegasnya.

Baca juga :  Abuya Muhtadi Lepas Kelompok 'Hakekok' Pulang ke Rumah

Disindir adanya permainan rente atau Gen, Manager SPBE itu meminta untuk dilaporkan, ”kalau ada yang main begituan laporkan aja, cek DO kalau tak ada DO berarti itu barang Ilegal,” tutupnya.

Terpisah, Plt Sales Branch Manager (SBM) Pertamina, Dani saat hendak dikonfirmasi berulang kali tak kunjung direspon, hingga pemberitaan ini ditayangkan. (N/H-CNC)

Redaksi CNC MEDIA

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *