Lebak, CNC – Revitalisasi SMKN 1 Malingping menelan anggaran pusat hingga miliaran rupiah, namun pekerjaan pondasi bangunan bercampur lumpur dan genangan air sehingga kualitasnya dikhawatirkan.
Hal ini diduga dikarenakan faktor cuaca hujan, sehingga ketika membuat pondasi bangunan, lahannya digenangi air dan berlumpur. Selain itu, nampak juga safety atau Alat Pelindung Diri (APD) yang dikenakan para pekerja tidak lengkap.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, ketua pelaksana satuan pendidikan SMKN 1 Malingping, Chepi, menjelaskan bahwa pekerjaan pondasi bangunan belum selesai dan terkait APD, pihaknya akan mengingatkan kembali kepada para pekerja.
“Oh, kalau terkait pondasi itu kan memang belum selesai, nanti kan dirapihkan lagi. Maklum lah cuacanya sering hujan, sehingga lahannya becek. Kalau terkait APD, ya terimakasih masukannya, nanti akan kami ingatkan kembali para pekerjanya,” ujarnya, Rabu 20 Agustus 2025.
Sementara itu, pada hari yang sama, pihak konsultan sedang tidak ada berada di lokasi.
“Konsultannya belum datang, infonya sih mau datang, sedang di perjalanan kesini,” kata salah satu Komite SMKN 1 Malingping, yang sedang mengawasi pekerjaan ketika ditemui di direksi keet.
Dari papan informasi yang tertera di lokasi, Revitalisasi SMKN 1 Malingping menelan anggaran Rp 3.652.576.000 dari APBN TA 2025. Adapun pelaksana kegiatan ialah panitia pembangunan satuan pendidikan, selama 130 hari kalender dengan pembangunan 5 item.
Yang menarik di papan informasi, tertera juga bahwa proyek revitalisasi SMKN 1 Malingping ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dalam pengamanan penyidik seksi tindak pidana khusus kejaksaan negeri. Namun justru informasi yang diterima, pihak kejaksaan negeri Lebak tidak mengetahui dan tidak ada komunikasi terkait pengerjaan Revitalisasi tersebut.
















