LEBAK  

Rakorda PSI Lebak, Tegaskan Konsolidasi hingga Akar Rumput

LEBAK, CNC MEDIA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lebak menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di De Batete Resto & Lesehan, Kecamatan Malingping, Minggu (15/2/2026).

Forum ini menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penegasan arah strategi partai dalam memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput.

Kegiatan dihadiri jajaran pengurus pusat dan wilayah, termasuk perwakilan DPP PSI, DPW PSI Banten, dewan pembina provinsi, serta pengurus daerah dan 18 DPC se-Kabupaten Lebak.

Turut hadir Dewan Pembina PSI Lebak, King Naga, bersama Ketua DPD PSI Lebak H. Dita Fajar Bayhaqi dan jajaran pengurus.

Dalam forum tersebut, semangat “Gajah” sebagai simbol partai yang mencerminkan kekuatan, kesetiaan, dan kebijaksanaan terus digaungkan sebagai identitas perjuangan politik PSI di daerah.

Ketua DPD PSI Lebak, H. Dita Fajar Bayhaqi menegaskan bahwa pemilihan lokasi Rakorda di Malingping bukan tanpa alasan. Menurutnya, langkah itu menjadi pesan simbolik bahwa partai hadir untuk seluruh wilayah, bukan hanya terpusat di ibu kota kabupaten.

“Hari ini kita sengaja Rakorda di Malingping untuk mengirim pesan kuat bahwa Lebak itu luas, dan PSI milik seluruh warga Lebak, bukan cuma yang di Rangkasbitung saja. Setiap jengkal Lebak punya potensi, dan saya secara pribadi akan memimpin sosialisasi PSI hingga ke pelosok-pelosok,” ujar alumni Universitas Pelita Harapan bergelar S.Psi tersebut.

Dita Fajar menambahkan, fokus utama partai saat ini adalah merapikan struktur organisasi hingga level desa agar mesin politik benar-benar solid dan terverifikasi.

Selain konsolidasi internal, Rakorda juga menyoroti aspirasi masyarakat terkait rencana pemekaran wilayah Cilangkahan di Lebak bagian selatan.

Menurut Dita Fajar, isu tersebut bukan agenda politik semata, melainkan dorongan nyata masyarakat demi percepatan pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.

Ia menilai wilayah selatan Lebak memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata. Namun luas wilayah dan keterbatasan akses pelayanan masih menjadi kendala utama.

Dengan pemekaran, ia berharap tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Rakorda juga menjadi ruang penyerapan aspirasi. Sejumlah tokoh masyarakat, kader, serta perwakilan pemuda menyampaikan dukungan terhadap wacana tersebut dan mendorong agar perjuangan dilakukan melalui jalur konstitusional.

Sementara itu, Dewan Pembina DPD PSI Lebak, King Naga menegaskan bahwa PSI harus menjadi kekuatan moral dan politik yang independen, berani mengkritik, serta tidak menjadi alat kekuasaan.

“PSI bukan partai yang tunduk pada penguasa di Lebak. Justru sebaliknya, kita hadir untuk mengontrol, mengawasi, dan memastikan kebijakan berpihak pada masyarakat,” tandasnya.

Menurutnya, politik yang dijalankan PSI harus berorientasi pada transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan kepada rakyat kecil.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan kader agar tidak terjebak dalam pragmatisme politik yang hanya mengejar kepentingan sesaat. (Bj-CNC)