Proyek Balai Nikah KUA Carita utamakan mutu dan sepesifikasi acuan perencanaan RAB

Pandeglang (CNC MEDIA) – Dalam pekerjaan konstruksi sering jadi bahan pertanyaan baik kepada kontraktor, pelaksana CV. Disetiap pekerjaan yang menyangkut anggaran BUMN APBN, APBD dan APBDes bahkan ke anggaran SBSN takluput dipertanyakan kepada salah satu pengawas, baik itu dari Dinas terkait maupun dari CV. Tak luput dipertanyakan juga kepada pengawas CV.

Cv.Putra Jabal Karan yang tengah mengerjakan proyek Pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Carita Kabupaten Pandeglang agar dalam pelaksanaannya tidak didapat dugaan maupun sebaliknya, yang kerap dugaan diindikasikan cacatnya mutu dipekerjaan itu, Sehingga tak hanya soal teknis pekerjaan tersebut yang selalu dipertanyakan baik dari perencanaan yang telah dibuat.

Jelas terlihat sewaktu tim media memantau langsung pekerjaan yang berlokasi di Desa Carita Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten pada, Kamis (23/5/2024).

Rudi konsultan selaku pengawas untuk pengerjaan balai nikah menjelaskan, “Ini saya tiap hari ada di tempat. Proyek fisik yang bernilai Rp. 980.200.000 dengan sumber dana Dipa Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten tahun 2024, sangat diprioritaskan kualitas baik itu dari betonnya. Adonan material yang diaduk ke dalam mesin adukan molen untuk pembetonan, sudah sesuai takaran agar kualitas beton yang dihasilkan maksimal, Selain itu, Dari Volume pembesianpun dari pemasangan tulangan balok kolom maupun slof, jarak sengkang yang dipasangkan sudah dimaksimalkan,” tuturnya.

Lanjut Rudi, “Kami selalu memantau kegiatan kerja agar para pekerja tidak sulit untuk bertanya mengenai apa yang seharus nya dikerjakan lebih awal. Agar dikerjakan mengacu pada spesifikasi RAB dalam pengerjaannya,” tuturnya.

“Kita mengerjakan sesuai gambar dan RAB, terkait besi Bapak lihat sendiri. Dari hasil perhitunga besi memang digunakan secara sembling silang dan itu sudah sesuai dari pengadaan. Dan satu hal lagi mengenai aplikasi adukan, serta balok lintel semua kami menggunakan mutu yang bagus sesuai takaran Selup dan girder ring balok, kami menggunakan mutu di atas k220. Dan disesuaikan dengan kultur tanah di tempat berdirinya bangunan,” pungkasnya.

Nasrullah dari tim kontrol menjelaskan, “Setelah kami pertanyakan mengenai pembangunan bidang kontruksi dari hasil konfirmasi dan dicocokan dengan hasil yang dikerjakan sudah masuk ke tahap toleransi mutu bagus dan terlihat dari warna cornya semoga bagus semua,” kata Nasrul.

“Ya kami berharap Proyek fisik yang bernilai Rp. 980.200.000 dengan sumber dana Dipa Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten tahun 2024, kita sama sama awasi agar bisa bermanfaat secara jangka panjang,” harapnya.

Lanjutnya, “Serta siapapun bila ada spek yang diragukan kualitasnya. Ya kita pertanyakan. Sebab itu pembangunan gedung yang dihuni oleh orang banyak untuk kepentingan hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *