Kabar Duka, Tokoh Pers Prof Salim Said Tutup Usia, Jenazah Disemayamkan di Komplek PWI Jaktim

Jenazah Salim Said disemayamkan di kediamannya di Kompleks PWI, Cipinang, Jakarta Timur. Sabtu (18/5/2024).
Jenazah Salim Said disemayamkan di kediamannya di Kompleks PWI, Cipinang, Jakarta Timur. Sabtu (18/5/2024).
banner 120x600

Jakarta (CNC MEDIA) – Prof Salim Haji Said meninggal dunia malam ini di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Jenazah Salim Said disemayamkan di kediamannya di Kompleks PWI, Cipinang, Jakarta Timur. Sabtu (18/5/2024).

Iring-iringan mobil ambulans yang mengangkut jenazah Salim Said tiba di kediaman sekitar pukul 22.30 WIB. Mobil jenazah diikuti beberapa mobil dari keluarganya.

Keluarga dan beberapa kerabat dekat yang menunggu di rumah duka, yang beberapa di antaranya terlihat menitikkan air mata, menyambut kedatangan jenazah.

Sejumlah anggota keluarga kemudian salat jenazah di sisi jasad almarhum, yang dibaringkan di ruang tamu.

Di pelataran depan rumahnya, karangan bunga ucapan duka dari beberapa tokoh mulai berdatangan.

Karangan bunga itu, yang ditempatkan berjejer tepat di kediaman, di antaranya Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI Budi Irawan, Badan Kebudayaan Nasional Pusat PDI Perjuangan, Deddy Mizwar, dan Forum Pemimpin Redaksi Indonesia.

Sejak jasadnya tiba sampai pukul 23.00 WIB, pelayat mulai dari keluarga sampai kerabat dan sejawat terus berdatangan.

Di depan kediaman, papan informasi dekat pagar rumah menuliskan pengumuman jasad Prof Salim Said bakal dimakamkan di TPU Tanah Kusir di Jakarta Selatan, Minggu (19/5/2024) siang, tepatnya setelah waktu salat Zuhur.

Perwakilan dari keluarga almarhum, Zacky Riyadi, saat ditemui di rumah duka menjelaskan rencananya jasad Prof Salim Said bakal dibawa ke masjid dekat kediaman.

Selepas itu, jenazah lanjut dibawa ke lokasi pemakaman sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (19/5/2024).

Prof Salim Haji Said, seorang tokoh pers dan perfilman nasional, akademisi, cendekiawan, dan duta besar, meninggal dunia pada usia 80 tahun setelah berjuang dari sakitnya selama beberapa waktu terakhir.

Kabar meninggalnya mendiang Salim Said disampaikan pertama kali oleh istrinya, Herawaty. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *