banner 728x250

DIDUGA ADA PEMALSUAN JUAL-BELI TANAH, KUASA HUKUM AHLI WARIS SANUSI DATANGI KANTOR DESA MAJA

  • Bagikan
banner 468x60

Lebak, CNC MEDIA.- Seorang Ibu Rumah Tangga asal Kabupaten Tangerang melalui Kuasa Hukumnya dari Kantor Hukum Acep Saepudin & Partners (ASP Law Firm) melayangkan Surat Keberatan atas diterbitkannya Surat Keterangan Jual Beli tanah peninggalan orang tuanya yang diperjual belikan oleh pihak-pihak yang tidak memiliki hak, Senin (12/7/2021)

Menurut Acep Saepudin, S.H., M.H., M.M., M.Si. selaku ketua tim kuasa hukum Uun Binti Sanusi dalam keterangannya menyampaikan, Surat Keterangan Jual Beli tersebut diduga cacat hukum dan merupakan tindakan maladministrasi pemerintahan karena menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut.

banner 336x280

“Termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara dan pemerintahan yang menimbulkan kerugian materiil dan/atau immaterial bagi masyarakat dan orang perseorangan,” tegas Acep.

Oni Sutarna, S.H., M.M., CPL. dan Muhamad Yusuf, S.H., M.H., M.M. selaku anggota tim kuasa hukum Uun Binti Sanusi segera menindak lanjuti secara sigap laporan pengaduan atas kliennya tersebut.

Tim juga meminta kepada Kepala Desa Maja H. MAMUN TOBARI agar mencabut dan/atau membatalkan Surat Keterangan Jual-Beli sebagaimana dimaksud di atas.

Baca juga :  Serbuan Vaksin Massal Kolaborasi Koramil 0313/Mlp Dengan Personil Diskes Mako Kormar Diserbu Antusias Massa

“Apabila dalam tempo 3 hari Kepala Desa Maja H. MAMUN TOBARI tidak membatalkan Surat Keterangan Jual-Beli a quo maka kami akan menempuh upaya hukum dengan melaporkan tindakan maladministrasi tersebut kepada Ombudsman Republik Indonesia dan/atau kepada Instansi Penegak Hukum lainnya,” ujarnya.

Advokat senior asal Banten Anda, S.H., M.M. yang didampingi oleh Advokat Anwar Yogie Susanto, S.H., M.Si., Advokat Oni Sutarna, S.H., M.M., CPL dan Advokat Muhamad Yusuf, S.H., M.H., M.M. , dalam keterangannya Advokat Anda, S.H., M.M. menyampaikan apabila Kepala Desa tidak segera menindak lanjuti warning dari kami maka kami akan segera melanjutkan permasalahan ini pada proses hukum lebih lanjut sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Surat keberatan ini juga telah kami tembuskan kepada Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lebak, Kapolres Lebak, Kepala Kejaksaan Negeri Lebak dan Ketua Pengadilan Negeri Rangkasbitung,” pungkas Anda. (NS-CNC)

Redaksi CNC MEDIA

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *