LEBAK, CNC MEDIA – Setelah enam tahun absen, Kabupaten Lebak kembali menargetkan Piala Adipura dengan mengusung program Lebak Hegar, yang digagas di era kepemimpinan Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Amir Hamzah. Terakhir kali Lebak menerima penghargaan bergengsi tersebut adalah pada 2019, di masa kepemimpinan Hj. Iti Octavia Jayabaya – H. Ade Sumardi, yang saat itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Kini, harapan itu kembali menguat seiring gerakan masif penanganan sampah dan kebersihan yang terus bergelora di berbagai wilayah, termasuk kawasan Wewengkon Citorek.
DLH Lebak: Peluang Raih Adipura Terbuka Lebar
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Iwan Sutikno, menyampaikan optimismenya pada Rabu (25/06/2025) bahwa kolaborasi lintas unsur dapat mewujudkan Lebak Hegar sebagai budaya bersama.
“Kesempatan tidak datang dua kali. Gerakan masif yang didukung seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya dan meraih kembali Piala Adipura,” ujar Iwan.
Wewengkon Citorek Jadi Pilot Project
Sementara itu, Camat Cibeber, Khaerudin, menyebut Wewengkon Citorek sebagai pilot project lingkungan di Kabupaten Lebak.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi poin penting. Mari jadikan Citorek sebagai simbol kemajuan Lebak Hegar, Lebak yang bersih, dan mengubah sampah menjadi potensi ekonomi,” tandasnya.
Susur Sungai dan Budaya Hegar
Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Jayabaya, turut mengajak masyarakat untuk aktif dalam kegiatan susur sungai sebagai rangkaian Hari Lingkungan Hidup dan bagian dari membangun kesadaran kolektif.
“Insyaallah, dengan kebiasaan kecil menjaga lingkungan dan memilah sampah menjadi nilai ekonomi, kita optimis meraih Piala Adipura kembali. Mari gelorakan gerakan sadar lingkungan hingga menjadi budaya,” pungkasnya. (Red-CNC)
















