LEBAK  

Camat Sajira Sampaikan Tiga Poin Dalam Rapat Dinas, Untuk Perkuat Langkah Preventif

LEBAK, CNC MEDIA – Camat Sajira, H. Subekti, memimpin Rapat Dinas bersama Forkopimcam dan jajaran pegawai di lingkungan Kantor Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Senin (27/7/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sajira dengan dihadiri unsur Forkopimcam, Kepala Puskesmas, Ketua PGRI, Kepala UPT, Kepala Instansi, Ketua Apdesi Sajira, Ketua Paguyuban Desa, serta para kepala desa.

Dalam arahannya, H. Subekti menekankan pentingnya optimalisasi pelayanan publik. Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan staf kecamatan untuk meningkatkan kedisiplinan, keramahan, serta kecepatan dalam melayani kebutuhan administrasi warga.

“Pelayanan publik adalah motto pemerintah. Saya minta seluruh jajaran bekerja secara profesional, responsif, dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik tanpa kendala,” ujar Subekti.

Selain pelayanan, Camat Sajira juga menyoroti penanganan stunting sebagai fokus prioritas nasional dan daerah. Ia menginstruksikan pemerintahan desa serta tenaga kesehatan untuk memperkuat koordinasi dan pemantauan gizi berkelanjutan.

Subekti turut memberikan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pendistribusian berjalan tepat sasaran demi mencetak generasi muda Sajira yang sehat dan cerdas.

Fokus Kewaspadaan dan Pencegahan Kebakaran
Menghadapi musim kemarau, Subekti menekankan dua hal penting:
– Kamtibmas: Mengajak desa dan masyarakat mengaktifkan kembali Poskamling demi menjaga kondusivitas wilayah.
– Pencegahan Kebakaran: Mengimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan atau membuka lahan dengan cara dibakar.

“Di musim kemarau ini, tingkat kerawanan kebakaran sangat tinggi. Kondisi Kamtibmas yang aman adalah kunci agar seluruh program pembangunan berjalan lancar,” tegasnya.

Ketua Apdesi Sajira, Asep Sahrudin, menegaskan komitmen kepala desa untuk memperkuat langkah preventif menghadapi bahaya kebakaran sekaligus menggenjot realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di pedesaan.

“Kedua poin utama ini berdampak langsung pada keselamatan warga serta keberlangsungan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Rapat dinas ditutup dengan sesi diskusi dan evaluasi program kerja bulanan bersama para kepala seksi dan unsur pimpinan kecamatan lainnya. (Yanto-CNC)