BANTEN  

ASDP Merak Bungkam soal Sampah HUT ke-52: Tumpukan Misteri di Tengah Tumpukan Sampah

MERAK, CNC MEDIA – Perayaan ulang tahun biasanya diiringi dengan kue, balon, dan tepuk tangan. Namun, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 ASDP Merak justru meninggalkan tumpukan pertanyaan—dan, diduga, tumpukan sampah.

Sekretaris Pro Jurnalis Media Siber (PJS) DPC Kota Cilegon, Dede Setiyadi, mempertanyakan sikap pejabat ASDP Merak yang memilih berdiam diri daripada memberikan klarifikasi terkait pengelolaan sampah setelah acara berlangsung, Senin (28/4/2025).

Minimnya Klarifikasi dari Pihak ASDP

Ketika dikonfirmasi, Humas ASDP Merak, Ria, memberikan jawaban singkat melalui WhatsApp.

“Ini maksudnya Pak Dede gimana ya? Saya malam kan bilang tunggu rilisnya, kami juga harus laporan ke Korsec, karena kami ada aturannya,” tulisnya. Namun, setelah itu, tidak ada informasi lebih lanjut—jawaban ASDP seakan menguap seperti pesan yang terhanyut di Laut Selat Sunda.

Upaya media untuk menghubungi Rizal dari bagian SDM juga berujung tanpa respons, meninggalkan hening panjang seperti adegan sebelum jumpscare di film horor.

Padahal, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik secara jelas mewajibkan badan publik untuk menyampaikan informasi, bukan membisu seperti batu nisan.

DLH Kota Cilegon: Penonton dalam Isu Kebersihan

Ironisnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, yang semestinya menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah, justru memilih untuk tidak berkomentar.

“Kami tidak ada info soal itu,” ujar salah satu pejabat DLH, seperti menyerah pada ketidakpastian.

Sementara di banyak cabang ASDP lainnya, kegiatan bersih-bersih menjadi bagian wajib dari perayaan HUT, informasi mengenai hal ini di ASDP Merak justru lebih langka daripada sinyal 5G di perahu nelayan.

Apresiasi dan Pertanyaan dari Aliansi Peduli Selat Sunda

Sekretaris Jenderal Aliansi Peduli Selat Sunda, Wawan, mengapresiasi langkah manajemen ASDP Merak yang telah menggelar kegiatan bersih-bersih di Pulau terkait limbah domestik.

Namun, ia mempertanyakan kelanjutan pengelolaan sampah tersebut.

“Sampah hasil kegiatan bersih-bersih itu dibuang ke mana? Apakah dibakar? Dibuang ke laut? Atau ditimbun? Apakah sudah sesuai dengan tujuan menghindari pencemaran atau justru menjadi masalah baru?” tanyanya.

Ia berharap pihak terkait, seperti DLH Kota Cilegon dan DLH Provinsi Banten, menjalankan fungsi mereka secara maksimal, bukan justru terkesan melakukan pembiaran.

Kini, publik dibuat bertanya-tanya: apakah sampahnya benar-benar sudah dibereskan, atau hanya disisihkan di sudut-sudut terminal, menunggu momen untuk kembali menjadi sorotan?

Yang pasti, jawaban dari ASDP Merak soal ini menguap lebih cepat daripada aroma sate di pesta rakyat. (Red-CNC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *