Lebak, CNC MEDIA.- Proyek REVITALISASI bangunan SMAN 1 Banjarsari terlihat belum juga selesai dalam pengerjaannya, padahal anggaran yang dikucurkan sangat Fantastis untuk pengrehaban, pasalnya bangunan tersebut terlihat masih semrawut di beberapa sudut ruangan, tidak selesai.
Pembangunan beberapa ruang kelas di SMAN 1 Banjarsari Kabupaten Lebak yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) tahun 2022 Pasalnya, proyek tersebut yang dikerjakan CV. SURYA SARI PUTRI, dengan Konsultan PT, ZHAFIRA ARTHA KONSULINDO. dalam tanggal Kontrak 22 JULI S/D 18 DESEMBER 2022, Waktu Pelaksanaan 150 (Seratus Lima Puluh) Hari Kalender, Tahun Anggaran 2022 pengerjaannya tidak selesai.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang, proyek pembangunan REVITALISASI SMA WIL, LEBAK BAGIAN UTARA SMAN 1 BANJARSARI KAB, LEBAK tersebut sebesar Rp.1.181.990.456, (satu miliyar seratus delapan puluh satu juta sembilan ratus sembilan puluh ribu empat ratus lima puluh enam rupiah).
Melihat kondisi yang seperti itu bangunan belum selesai dalam masa pengerjaan, sejumlah pihak menyayangkan persoalan tersebut.
Proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah Provinsi Banten Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, itu terdiri atas beberapa Ruangan Sekolah dan Ruangan TU yang hingga kini pengerjaan yang masih semberawut dan terlihat acak acakan di beberapa tempat, padahal bangunan tersebut harus sudah selesai dikerjakan dalam jangka 150 Hari Kalender, 18 Desember 2022,
Dalam pantauan awak media di lapangan, terlihat tiga ruangan gedung yang direhab setelah kurang lebih Lima bulan sesuai waktu Kontrak, tapi seperti tak selesai bagian dak atas coran masih terlihat material yang belum selesai bahkan tampak terlihak dari kusen jendela dan pintu yang sudah rapuh seakan dibiarkan tanpa diperbaiki atau diganti.
Padahal dana yang dikucurkan sangat fantastis untuk pengrehaban ruang sekolah, bangunan dengan tiga ruangan tersebut yang di kerjakan pihak CV SURYA SARI PUTRI, dengan Konsultan PT, ZHAFIRA ARTHA KONSULINDO. dalam tanggal Kontrak 22 JULI S/D 18 DESEMBER 2022, tetapi pekerjaan baru diatas 60% tetapi waktu pengerjaan kontrak telah habis, 150 Hari Kalender.
Kepala SMAN 1 Banjarsari Didin Afrudin menjelaskan saat awak media mengkonfirmasi lewat saluran WhatsApp terkait Revitalisasi gedung yang diduga dalam pengerjaannya seakan akan tidak memperhatikan kondisi bangunan yang melalui pengrehaban seperti layaknya bangunan yang belum selesai.
“Untuk Rehabilitasi SMAN 1 Banjarsari beberapa ruangan yang direhab, pekerjaan sudah selesai, dan di tahun berikutnya mau diteruskan, kita lihat aja tahap berikutnya, ruang TU itu dianggarkan tahun 2023, itu bukan mangkrak, kami menganggarkan lewat anggaran APBN lewat Dana BOS, Bangunan tersebut cuman cukup disitu, ruang kelas sudah beres tinggal yang itu ruang TU, yah anggarannya cuman segituh,” ujarnya. Sabtu (04/02/2023).
Pihaknya tidak menyebut proyek itu berkategori mangkrak karena dalam anggaran cuman segituh,
Awak media pun diarahkan pihak sekolah untuk menghubungi Pak Ikbal selaku Pemborong dari CV SURYA SARI PUTRI, selaku penyedia Jasa, melalui Saluran WhatsApp, “Kalau bangunan sudah selesai cuman kelihatan emang belum selesai, mau gimana, tadinya kan itu bukan dak cuman Pihak Sekolah mau dak, jadi itu yang membengkakkan Biaya, informasinya tahun ini dilanjut, kemarin juga sudah dijelaskan sama pihak dinas ini cukupnya segini, kamimah selaku pelaksana yah gimana, emang kesannya gak selesai, yang atas mah udah selesai empat lokal, cuman yang itu nyampe di dak, pengecetan keramik, kalau untuk kusen itu tidak masuk dari RAB, dan itu bukan engga selesai cuman nyampe kesitu doang,” ujarnya.
Saat awak media akan mengkonfirmasi langsung Kepala SMAN 1 Banjarsari, namun beliau (Kepsek_red) tidak dapat ditemui. Dalam pantauan awak media di lokasi sekolah pada Hari Senin (13/02/2023) terlihat aktifitas dua pekerja sedang membersihkan cat di kusen.
Awak mediapun mengkonfirmasi salah satu pekerja karena menurut informasi dari pihak sekolah pekerjaan sudah rampung dan beres ternyata ada pihak pekerja yang mengerjakan beberapa bagian ruangan yang kemarin dikerjakan selesai oleh pihak CV tetapi pekerjaan yang masih dikerjakan di bagian tiga ruangan dak, yang menurut informasi bangunan tersebut beres.
“Betul kami bekerja diluar dari pihak CV kalau yang bulan kemaren kami mngerjakan langsung dari pak Ikbal selaku pemborong disini, kalau sekarang kami diluar pihak CV, yang kami kerjakan memperbaiki kusen dan mengecat tembok yang dalam yang kemarin belum dikerjakan, karena cuman cat luarnya doang, yang dalam ngga masuk,” ujarnya.
Awak media mempertanyakan kembali terkait pergantian kusen yang menurut informasi dari pihak sekolah bahwa kusen tidak masuk ke RAB.
“Terkait kusen untuk yang ruangan sekolah atas diganti semua pakai almunium bahkan cat juga luar dalam, kalau untuk ruangan dak yang ini saya juga ngga tau kalau masalah kusen ngga diganti, dan cat tembok bagian dalam ngga diganti juga, yang jelas saya mengerjakan ini di luar CV,” ujarnya lagi.
Bahkan terlihat Papan informasi yang pada minggu kemaren masih terpasang tapi papan informasi sekarang tidak terlihat padahal bangunan tersebut sedang ada pengerjaan, dan tak layak disebut selesai.
Padahal Bangunan rehab tiga ruangan dengan DAK masih jauh kata selesai, masih dalam hitungan 60% dan masih berantakan dan kusen cat dak masih belum rampung Plafon belum terpasang, tapi Pihak CV dan Pihak Sekolah mengklaim bahwa pekerjaan sudah selesai dalam hitungan Hari Kalender, yang ironisnya Bangunan Selesai sampai sekarang masih dikerjakan walau bukan pihak CV. (Bejo-CNC)















