LEBAK  

Kepala SMAN 1 Sajira Keluarkan Imbauan Tegas, Siswa Dilarang Ikut Aksi Massa Demonstrasi

LEBAK, CNC MEDIA — Kepala SMAN 1 Sajira, Dedi Supriadi, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Wakasis), Jhoni Rifai, serta jajaran dewan guru, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh peserta didik agar tidak terlibat dalam aksi massa atau demonstrasi di luar lingkungan sekolah.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya potensi keterlibatan pelajar dalam berbagai aksi unjuk rasa. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan siswa, ketertiban umum, serta memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan baik.

Dedi Supriadi menegaskan bahwa tugas utama seorang pelajar adalah menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan. Terlebih, saat ini para siswa tengah mengikuti kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sehingga perlu memusatkan perhatian pada proses belajar.

“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua atau wali murid, terutama anak-anak kami, para siswa SMAN 1 Sajira, untuk tidak ikut-ikutan atau terlibat dalam aksi massa atau demonstrasi dalam bentuk apa pun. Terlebih, saat ini mereka sedang mengikuti kegiatan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Utamakan belajar, fokus pada pendidikan, dan jaga keselamatan diri masing-masing,” ujar Dedi Supriadi saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa memiliki risiko terhadap keselamatan fisik dan dapat mengganggu konsentrasi belajar, bahkan berpotensi berdampak pada pencapaian akademik siswa.

Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah akan terus berkoordinasi dengan para guru dan wali kelas untuk memantau aktivitas siswa, khususnya di luar jam pelajaran. Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah keterlibatan pelajar dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan diri mereka.

Selain itu, pihak SMAN 1 Sajira mengajak para orang tua atau wali murid untuk berperan aktif dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anak di luar rumah. Pengawasan keluarga dinilai penting agar siswa tidak mudah terpengaruh ajakan maupun provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pihak sekolah berharap adanya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif, sehingga para siswa dapat menjalankan kewajibannya sebagai pelajar dengan baik.

“Mari kita dukung bersama agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi bangsa yang cerdas, taat aturan, dan berprestasi,” tutup Dedi Supriadi. (Yanto-CNC)