LEBAK, CNC MEDIA – Kebakaran melanda SMP Negeri 5 Maja yang berlokasi di Kampung Sukamaju, Desa Buyut Mekar, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Rabu (22/7/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menghanguskan ruang kantor dewan guru beserta berbagai aset dan perlengkapan sekolah. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp350 juta.
Kepala SMP Negeri 5 Maja, Anda Juanda, S.Pd., menyebutkan kebakaran diduga dipicu korsleting arus listrik. Api pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah, Ayang, sekitar pukul 04.30 WIB saat melakukan pengecekan rutin di lingkungan sekolah.
“Penjaga sekolah melihat kepulan asap disertai kobaran api dari ruang kantor dewan guru sekitar pukul 04.30 WIB. Setelah itu ia langsung meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api,” ujar Anda Juanda.
Mendapat informasi tersebut, warga berdatangan dan bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. Berkat kesigapan warga, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke ruang kelas maupun bangunan lain.
Kepala Desa Buyut Mekar, Ujang Tisna, yang tiba di lokasi sekitar pukul 04.30 WIB, memperkirakan kebakaran sudah berlangsung sejak tengah malam.
“Melihat kondisi api dan kerusakan, kemungkinan kebakaran sudah terjadi sejak tengah malam. Alhamdulillah, berkat bantuan warga, api berhasil dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan lainnya,” kata Ujang Tisna.
Meski demikian, api telah lebih dahulu melahap seluruh isi ruang kantor dewan guru. Aset sekolah yang terbakar di antaranya 40 unit Chromebook, printer, sound system, televisi, 212 eksemplar buku terbitan tahun 2026 beserta sejumlah buku lainnya, tiga lemari besi, layar infokus, lemari plastik, bangku dewan guru, serta perlengkapan olahraga seperti matras dan bola.
Bendahara SMP Negeri 5 Maja, Ila Syamsiah, menuturkan pihak sekolah masih melakukan inventarisasi aset yang terdampak.
“Pendataan masih terus dilakukan. Namun berdasarkan perhitungan sementara, total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp350 juta,” ujarnya.
Akibat kebakaran tersebut, aktivitas administrasi sekolah terganggu karena sebagian besar perlengkapan kantor, dokumen penting, dan sarana penunjang kegiatan belajar mengajar ikut terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka.
Pihak sekolah berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat membantu percepatan pemulihan sarana pendidikan agar proses belajar mengajar kembali berjalan normal.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada korsleting arus listrik sebagai pemicu utama. (Yanto-CNC)















