LEBAK  

Semangat Baru! SMAN 2 Maja Sukses Gelar MPLS Ramah Anak, Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

LEBAK, CNC MEDIA – SMAN 2 Maja resmi menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini mengusung tema “Mewujudkan Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Bebas Perundungan” dengan pendekatan ramah anak dan edukatif.

Acara pembukaan dilaksanakan di halaman sekolah SMAN 2 Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (13/7/2026).

Kegiatan MPLS dipantau langsung oleh Kepala SMAN 2 Maja, Hartono Ramdi, serta dihadiri Wakasek Kesiswaan Akhmad Bukhori, dewan guru, staf tata usaha, pengurus OSIS, dan ratusan siswa baru yang tampak antusias mengenakan seragam asal sekolah masing-masing.

Kepala SMAN 2 Maja, Hartono Ramdi, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para siswa baru. Ia menekankan pentingnya momentum MPLS sebagai sarana mengenal budaya sekolah dan sistem pembelajaran.

“Hari ini kita fokus pada pengenalan karakter, adaptasi lingkungan, dan penggalian potensi diri agar kalian siap berprestasi di jenjang SMA,” ujarnya.

Wakasek Kesiswaan, Akhmad Bukhori, menegaskan bahwa paradigma MPLS di SMAN 2 Maja telah berubah total. “Tidak ada lagi ruang untuk perpeloncoan, kekerasan verbal, maupun tugas-tugas aneh yang memberatkan siswa baru. MPLS tahun ini kami rancang sepenuhnya dengan humanis. Fokus utama kami adalah membuat siswa baru merasa diterima, aman, dan bersemangat memulai masa SMA mereka tanpa rasa takut,” ungkapnya.

Kegiatan Interaktif dan Edukatif
Selama MPLS, siswa baru diajak mengenali kultur sekolah, fasilitas belajar, serta jajaran guru melalui metode interaktif. Selain itu, pihak sekolah juga menggandeng instansi luar untuk memberikan materi penguatan karakter.

Pada hari keempat dan kelima, pihak Kepolisian dijadwalkan hadir memberikan sosialisasi tentang anti-perundungan, anti-bullying, serta bahaya narkoba.

Panitia OSIS turut berperan sebagai fasilitator dan mentor, memastikan seluruh aktivitas berjalan suportif. Suasana akrab terlihat di setiap sesi, dengan permainan kelompok (ice breaking) yang mencairkan suasana sekaligus membangun kekompakan antar siswa. (Yanto-CNC)