LEBAK, CNC MEDIA – Viral di media sosial sebuah video seorang perempuan berinisial IF yang mengaku telah diperlakukan tidak baik oleh salah satu tokoh Banten berinisial AS.
Dalam narasi yang disampaikan melalui akun TikTok, IF mengungkapkan bahwa dirinya pernah diperlakukan layaknya hubungan suami istri di sebuah hotel kawasan Bandung sekitar dua tahun lalu.
“Saya sudah mempersiapkan bukti-bukti seperti foto dan video yang telah disimpan di flashdisk. Saya tidak akan main-main dalam kasus ini, akan saya tempuh jalur hukum,” tegas IF dalam video tersebut.
Aktivis Banten Angkat Bicara
Pengakuan IF memantik keprihatinan sejumlah aktivis di Banten. Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang akrab disapa King Badak, menilai kasus ini sebagai musibah besar yang mencoreng nama baik Banten.
Menurutnya, pengakuan IF merupakan ungkapan jujur seorang perempuan yang merasa menjadi korban pelecehan.
“Ungkapan rasa kesal campur sedih itu merupakan sebuah narasi yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Eli Sahroni kepada media di Rangkasbitung, Jumat (10/7/2026).
Preseden Buruk bagi Kepemimpinan
Lebih lanjut, Eli Sahroni menegaskan bahwa benar atau tidaknya pengakuan IF tetap menjadi preseden buruk bagi Banten. Ia menyoroti bahwa AS bukan hanya tokoh, melainkan pemimpin Banten yang memegang kendali maju mundurnya daerah.
“Banten memiliki pemimpin yang akhlaknya rusak. Banten yang religius dan agamis dipimpin oleh manusia rusak moral,” tegas King Badak. (Red-CNC)















