LEBAK, CNC MEDIA – Sebanyak 30 persen tanaman padi di persawahan wilayah Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengalami penurunan produksi akibat serangan hama ganjur atau wereng coklat (Nilaparvata lugens). Hama ini dikenal sebagai salah satu yang paling merugikan karena menghisap cairan batang padi hingga menyebabkan tanaman layu, mengering, bahkan menularkan virus penyakit.
Serangan parah wereng coklat menimbulkan gejala “hopperburn”, yakni kondisi tanaman padi mengering seketika seperti terbakar akibat populasi hama yang sangat tinggi di pangkal batang.
Panduan Mengenali dan Mengendalikan Wereng Coklat
– Ciri Awal: Pertumbuhan padi terhambat, tanaman kerdil, daun menguning.
– Fase Lanjut: Banyak serangga kecil di pangkal batang, daun dan batang berubah coklat, mengering, lalu mati.
– Dampak: Padi tidak berisi (hampa) hingga puso atau gagal panen total.
– Pengendalian:
– Aplikasi insektisida tepat sasaran di pangkal batang pada pagi hari.
– Tanam serentak untuk memutus siklus hidup hama.
– Pemupukan berimbang, hindari kelebihan nitrogen.
Koordinator Wilayah Pertanian Kecamatan Malingping, Nandar Nahrudin, menjelaskan bahwa hama ganjur mulai menyerang sejak masa panen. “Penanganannya sebaiknya dimulai sejak semai dengan pencegahan kimiawi. Setelah panen, lakukan pembakaran jerami agar virus mati dan tidak menyebar,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Nandar menambahkan, dari total 2.500 hektare lahan persawahan di Kecamatan Malingping, sekitar 30 persen mengalami penurunan produksi. Ia juga menyebutkan terdapat 85 Kelompok Tani (Poktan) dan 14 Gapoktan di wilayah tersebut.
“Kami terbuka bagi para petani yang mengeluh terkait tanaman padi. Jangan segan-segan untuk konsultasi ke kantor BPP,” ungkapnya. (Red-CNC)















