LEBAK, CNC MEDIA – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui partisipasi aktif petani anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) terus berjalan di Kabupaten Lebak. Program ini bertujuan meningkatkan, merehabilitasi, dan memperbaiki jaringan irigasi secara swakelola demi mendukung ketersediaan air pertanian, produktivitas hasil panen, serta penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan irigasi berkelanjutan.
Tim media melakukan liputan khusus pada pelaksanaan pembangunan irigasi P3-TGAI di Kecamatan Cikulur, Sabtu (27/06/2026).
Ketua tim media Badak Banten Perjuangan, Boby, menyampaikan pihaknya telah mendatangi 24 titik kegiatan di 13 desa. “Kami memastikan progres pembangunan irigasi sesuai spesifikasi. Hasil fisik bangunan berjalan baik dan berkualitas,” ujarnya.
Ketua Kelompok P3-TGAI Desa Tamanjaya, Juli, menambahkan rehabilitasi irigasi meningkatkan kinerja saluran air sehingga distribusi ke pesawahan lebih merata. “Pelaksanaan fisik direncanakan 60 hari dengan anggaran sekitar Rp195 juta, didampingi TPM,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok P3-TGAI Desa Sukadaya, Mahdi, yang menilai program ini sangat membantu masyarakat. “Kami mengedepankan kualitas material agar hasilnya memuaskan dan bermanfaat besar bagi petani,” katanya.
Sementara Ketua Kelompok P3-TGAI Desa Muncangkopong, Bendi, menegaskan pihaknya fokus melaksanakan amanah negara melalui Kementerian PUPR bidang SDA. “Kami berterima kasih kepada Pak Ahad Fauzi, F-PKB Komisi V DPR RI, atas aspirasinya sehingga program ini terealisasi. Manfaatnya nyata bagi petani untuk mengolah lahan dengan aliran air irigasi,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP), Eli Sahroni atau King Badak, menegaskan pihaknya mengawal program P3-TGAI di Lebak (74 titik) dan Pandeglang (37 titik). “Kami memastikan kualitas pekerjaan sesuai RAB dan petunjuk teknis. Jika ada yang tidak sesuai, akan segera dikoordinasikan untuk perbaikan,” tegasnya.
Menurut Eli, pengawasan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah agar pembangunan irigasi tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani. “Kami memiliki tanggung jawab moral untuk mengawasi pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Red-CNC)















