LEBAK  

Jalan Rusak Akibat Mobilisasi Beton PT Nindya Karya, ORMAS Badak Banten Perjuangan Siapkan Aksi Unjuk Rasa

LEBAK, CNC MEDIA — Aktivitas mobilisasi beton dan material dari perusahaan batching plant PT Nindya Karya (NK) yang berlokasi di Kampung Tegal, Desa Gunung Sari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menuai protes keras dari warga. Truk bermuatan berat keluar masuk melewati permukiman padat penduduk, sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada ruas jalan poros Kecamatan Cileles–Banjarsari.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak akibat mobilisasi proyek Tol Serang–Panimbang. Selain itu, debu tebal saat musim kemarau, kebisingan, serta getaran dari armada tronton dinilai mengganggu kenyamanan dan merusak lingkungan sekitar.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kemasyarakatan Barisan Aktivis dan Advokasi Keluarga Banten Perjuangan (ORMAS BADAK BANTEN PERJUANGAN), Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak, menyampaikan melalui surat resmi Nomor 031/BBPDPP/V/2026 kepada Kapolres Lebak (Cq. Kasat Intelkam) bahwa pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa di lokasi batching plant PT Nindya Karya.

“Kami menerima banyak pengaduan dari masyarakat terkait aktivitas mobilisasi beton yang merusak jalan dan menimbulkan debu serta kebisingan. Berdasarkan hasil investigasi, kondisi ini nyata adanya dan sangat merugikan warga. Oleh karena itu, kami bersama ratusan peserta akan turun langsung menyuarakan aspirasi masyarakat,” tegas KingBadak, Selasa (23/6/2026).

Adapun aksi unjuk rasa tersebut akan dilaksanakan pada:

– Hari/Tanggal: Jumat, 27 Juni 2026
– Pukul: 12.30 WIB
– Titik Aksi: Lokasi batching plant PT Nindya Karya, Desa Gunung Sari, Kecamatan Banjarsari
– Jumlah Peserta: Sekitar 300 orang
– Isu Utama: Aktivitas batching plant mengakibatkan jalan rusak dan berdebu

Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas agar aktivitas perusahaan tidak semakin merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar. (Red-CNC)