Dirut Bulog Tegaskan Stok CBP Bukti Nyata Keberhasilan Swasembada Pangan, Bukan Rekayasa

LEBAK, CNC MEDIA – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, didampingi Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, meninjau stok beras di gudang filial Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Rizal menegaskan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang mencapai 57.837 ton merupakan bukti nyata keberhasilan swasembada pangan, bukan sekadar rekayasa data.

“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri. Gudang-gudang swasta yang disewa juga mengalami kondisi serupa. Hal ini menunjukkan bahwa negara kita betul-betul swasembada pangan, bukan rekayasa,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, melimpahnya stok tersebut mencerminkan tingginya produktivitas pertanian nasional sekaligus keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan. Rizal juga mengajak masyarakat untuk mengecek langsung ke berbagai gudang Bulog di seluruh Indonesia sebagai bentuk transparansi pemerintah.

Perum Bulog mencatat capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya, stok beras yang dikelola BUMN pangan itu menembus angka 57.837 ton, menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah, per pagi ini Kamis, 23 April 2026, stok beras di gudang Bulog menembus angka 57.837 ton. Pencapaian ini adalah wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog Tangerang, Riki Pebriady, menyampaikan bahwa stok beras di wilayah Tangerang per hari yang sama mencapai lebih dari 7.636 ton. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat se-Tangerang Raya.

“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan di wilayah Tangerang. Penyerapan gabah kering panen dari petani masih terus berjalan sehingga stok akan terus bertambah,” pungkas Riki. (Yanto-CNC)