Lebak, CNC – Kementrian PU Dirjen Prasarana Strategis saat ini sedang melaksanakan Rehabilitasi dan Renovasi satuan pendidikan sektor swasta untuk RA, MI, Mts dan Ma di Provinsi Banten. Namun dalam implementasinya, selain mendapatkan apresiasi juga mendapatkan kritisi dari masyarakat, Senin 15 September 2025.
Pihak sekolah MI Kandang Palon, salah satu sekolah madrasah penerima manfaat dari program tersebut ketika dikonfirmasi menuturkan apresiasinya.
“Kami hanya terima kunci, pihak ketiga yang mengerjakan bangunannya. Pada dasarnya kami apresiasi, jarang atau bahkan hampir dikatakan tidak pernah loh Kementrian PUPR membangun sekolah swasta, biasanya kan ke sekolah negeri, tapi ini sekolah swasta dibangun, tentunya kita sangat senang dan berterimakasih,” ujar Hambali, ketika dikonfirmasi mengenai bantuan bangunan beberapa hari lalu.
Sementara itu, dilokasi pembangunan, Anggit dari pihak pelaksana, mengatakan untuk MI Kandang Palon, mendapatkan bantuan bangunan rehab dan renovasi berat.
“Ini sekitar 4-5 lokal rehab berat, atap rangka baja, lantainya nanti keramik, pintu, jendela dan lain-lainnya kita ganti. Untuk pekerja ini semua yang kerjakan dari kami warga Purwodadi. Kalau direksi keet ya kita gunakan ruangan kosong saja, kita sudah minta ijin ke pihak sekolah,” ungkapnya.
Hal inilah yang menjadi kritikan banyak pihak, pihak ketiga atau pelaksana dari PT. Abadi Prima Inti Karya (APIK) tidak menggunakan dan memberdayakan putra daerah sebagai pekerja buruh lokal.
Kementrian PU dan PT. Abadi Prima Inti Karya pun diminta agar dapat memperkerjakan buruh putra daerah sebagai wujud pemberdayaan masyarakat dan menghargai kearifan lokal.
Dari papan informasi yang terpasang, kegiatan Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Banten 2 ini dari Kementerian PU menelan anggaran APBN TA 2025 sebesar Rp 40.275.808.350 dengan pelaksana PT. Abadi Prima Inti Karya. Konsultan PT. Asta Kencana Arsimetama.
Informasi yang diterima, dari anggaran 40 miliar, tersebar sebanyak 27 lokasi di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon pada madrasah-madrasah yang diusulkan.
















