Lebak, CNC – Proyek pekerjaan Revitalisasi Satuan Pendidikan SMPN 1 Cijaku di Lebak Banten, diduga banyak kekurangan. Pasalnya pada proyek tersebut, Safety, direksi keet dan material bangunan menuai pertanyaan karena proyek miliaran.
Di lokasi, nampak safety berupa Alat Pelindung Diri (APD) pekerja tidak digunakan, direksi keet tidak ada karena menggunakan bangunan yang sudah ada, dan untuk material, diduga menggunakan pasir laut yang tinggi kadar garamnya.
Kepsek SMPN 1 Cijaku, Asep Dadan, ketika dikonfirmasi mengenai siapa Pelaksana, safety dan direksi keet, menerangkan akan mengingatkan kembali para pekerja.
“Ya kalau pelaksana ini dari masyarakat, sedangkan untuk pertanggungjawaban ya saya sendiri. Kalau terkait APD, kemungkinan para pekerja tidak terbiasa, sehingga banyak yang dilepas atau tidak digunakan, gerah kali ya. Kalau direksi keet, saya ga hafal itu,” ujarnya ketika ditemui di sekolah, Jumat 22 Agustus 2025.
Dari papan informasi yang terpampang, pekerjaan Revitalisasi SMPN 1 Cijaku menelan anggaran Rp 2. 148.207.000, bersumber dari APBN TA 2025, dengan pelaksana Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan selama 150 hari kalender.
















