Lebak, CNC – Proyek Renovasi gedung IGD dan kebidanan RSUD Malingping Dikhawatirkan rentan kualitasnya, pasalnya lantai tanah yang kini dibangun pondasi dan sedang di cor untuk bangunan tersebut, struktur tanahnya tergenang air dan berlumpur.
Selain itu, Safety K3 Alat Pelindung Diri (APD) dari pekerja ada yang lengkap dan tidak. Karena terlihat ada yang memakai rompi dan boots namun tidak memakai helm.
“Kita khawatirkan pada kontruksi pondasi rentan kualitasnya karena dipaksakan pada struktur tanah yang tergenang air, becek dan berlumpur. Mungkin mengejar target progres ya, meskipun sudah di alcon dan di timba airnya, tetap rentan kalau tanah masih dalam keadaan basah berlumpur. Untuk APD, kami lihat jugaa ada yang lengkap dan ada yang tidak, padahal ini anggaran miliaran,” ujar Asep Otoy dari Grib Jaya Malingping.
Sementara itu, Pelaksana dari CV. Adrena Khey, Khoirul saat ditemui dilokasi membenarkan adanya genangan air, namun pihaknya menjawab sudah mengatasinya.
“Alhamdulillah kalau cuaca hari ini bagus, kalau kemarin-kemarin ya agak repot. Selain cuaca hujan, ada sumber air juga, tapi sudah kita bereskan dikuras pakai alcon,” ujarny, Sabtu 16 Agustus 2025.
Dipertanyakan terkait papan informasi yang tidak menyebutkan metode pemilihan, kehadiran konsultan, progres proyek dan APD yang kurang lengkap, Khoirul pun menjelaskan satu persatu.
“APD setiap pagi kita briefing dan selalu lengkap ada semua termasuk helm, mungkin pekerja panas kali ya sehingga dibuka, kita pun tak henti-hentinya mengingatkan. Kalau konsultan biasanya ada, cuma hari ini memang kebetulan tidak ada. Untuk progres proyek sudah 10% – 15%. Adapun papan informasi metode pemilihan ya melalui lelang, itu tidak dicantumkan, percetakannya kayaknya lupa,” jelasnya.
Terpisah, Direktur RSUD Malingping ketika dimintai tanggapannya terkait hal ini melalui WhatsApp messenger, belum menjawab.
Dari papan informasi yang terpampang, proyek renovasi gedung IGD dan kebidanan RSUD Malingping menelan anggaran Rp 2.174.313.054 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2025, Tanggal kontrak 15 Juli 2025 dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender yang dikerjakan oleh CV. Adreena Khey dan Konsultan Pengawas CV. Sagara Giri Rejeki.
















