52 Titik Tak Ada Sinyal Internet, Pemkab Lebak Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Lebak, CNC MEDIA.- Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten saat ini terus mematangkan persiapan pembelajaran tatap muka. Upaya tersebut sampaikan langsung oleh Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya. Menurut Iti, pelaksanaan belajar daring di sejumlah wilayahnya tidak efektif.

Menurut keterangan Bupati Lebak, 52 titik wilayah di Kabupaten Lebak, khususnya bagian selatan belum terjangkau sinyal internet untuk mendukung proses pembelajaran dari rumah.

“Kita juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan tatap muka, akan kita evaluasi mana saja yang zona hijau, yang bisa dilakukan tatap muka. Ada komitmen bersama, bersama sekolah, wali murid dan orangtua,” kata Iti, Jumat (19/3/2021).

Untuk menunjang pembelajaran tatap muka, pihak Pemkab terus melakukan sejumlah upaya. Pemkab melakukan penyesuaian protokol di setiap sekolah termasuk menyediakan alat pencuci tangan.

Banyaknya wilayah yang belum terjangkau internet, membuat para guru harus menyambangi satu per satu rumah siswa untuk memberikan materi pengajaran. Kegiatan itu berlangsung selama satu tahun terakhir dan dinilai tak berjalan mulus. Hal itu dikarenakan kondisi geografis tidak sebagus di kawasan perkotaan.

Baca juga :  Jelang Hari Bhayangkara ke-75, Kapolres Lebak Anjangsana kunjungi Ponpes Bani Abas Kp.Ciseke

“Dengan pembelajaran daring ini, Kabupaten Lebak memiliki 52 blankspot, tentunya para tenaga pendidik kami yang harus mendatangi rumah anak didik kami untuk memberikan pelajaran, tugas termasuk PR. Kalau mendatangi rumah, tentu memakan waktu banyak,” ungkapnya kepada wartawan.

Khawatir Siswa Putus Sekolah

Sebelumnya Bupati Lebak, Hj Iti Octavia Jayabaya sudah mengupayakan kerjasama dengan Kominfo untuk penyediaan tower jaringan seluler dan internet. Namun sayang, kerjasama itu belum terealisasi. Iti mengatakan jika dirinya khawatir karena pembelajaran daring yang kurang optimal akan membuat siswa akan putus sekolah.

Menurutnya, masih ada siswa siswi di Kabupaten Lebak yang belum memiliki perangkat penunjang sekolah daring, seperit smartphone sampai laptop.

“Daring ini juga risiko, banyak anak murid putus sekolah yang kita khawatirkan, buta aksara juga. Guna meminimalisir putus sekolah, kita akan buka tatap muka. Targetnya di tahun ajaran baru,” jelasnya.

Redaksi CNC MEDIA

CNC MEDIA

Akurat dan terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *