BANTEN  

KMB Apresiasi Gubernur Andra Soni, Dorong Transparansi dalam Penyaluran Beasiswa Sarjana Penggerak Desa

Ketua Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Bogor, Deden Adlan Rifa’i

SERANG, CNC MEDIA – Ketua Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Bogor, Deden Adlan Rifa’i, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Banten, Andra Soni, atas komitmennya dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi Beasiswa Sarjana Penggerak Desa.

Apresiasi ini diberikan menyusul pernyataan Gubernur Andra Soni yang meminta agar pemerintah desa lebih selektif dan bertanggung jawab dalam menentukan penerima beasiswa, sebagaimana dilansir melalui media nasional baru-baru ini.

“Kami mengapresiasi sikap Pak Andra Soni yang dengan tegas menegaskan bahwa program ini tidak boleh dijadikan proyek asal-asalan. Ini wujud keberpihakan terhadap masa depan pendidikan dan pemberdayaan pemuda desa,” ujar Deden, Kamis (19/6/2025).

Deden menilai bahwa beasiswa ini merupakan peluang strategis bagi generasi muda desa untuk berkontribusi dalam pembangunan wilayahnya. Namun, jika penyalurannya tidak transparan, maka tujuan mulia dari program ini akan melenceng.

“Kami berharap pernyataan Pak Gubernur tidak berhenti sebagai pengingat moral, tapi disertai dengan pengawasan ketat dan evaluasi berkala. Anak muda desa butuh akses yang adil, bukan permainan kuasa lokal,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa KMB siap ikut mengawal proses seleksi, agar benar-benar berpihak pada calon penerima yang layak dan memiliki semangat membangun, bukan sekadar karena kedekatan dengan aparatur desa.

Selain itu, Deden juga mengapresiasi Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Jayabaya, atas komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan, pertanian, dan infrastruktur di Kabupaten Lebak.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Majasari, Aryaudin Sudanto, yang telah membimbing adik kandungnya hingga menerima beasiswa dari Gubernur Banten.

“Jika benar-benar ingin membangun desa, maka harus dimulai dari membangun manusianya. Pendidikan harus diberikan kepada mereka yang layak dan punya kapasitas untuk kembali membangun kampung halamannya,” pungkasnya. (Red-CNC)