LEBAK, CNC MEDIA – Ketua PAC Gerindra Kecamatan Sajira, Ahmad Jaenudin, memberikan apresiasi kepada putra-putri terbaik yang maju sebagai calon dalam Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) 2026 di Desa Parungsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (17/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jaenudin menegaskan bahwa pelaksanaan PAW merupakan bagian dari proses demokrasi yang rutin terjadi di berbagai tingkatan, mulai dari pusat, daerah, hingga desa. Ia menekankan bahwa panitia Pilkades PAW saat ini tengah berjibaku melaksanakan tahapan mulai dari pendaftaran, verifikasi, hingga uji kompetensi.
“Saya sebagai Ketua PAC Gerindra memastikan pada pelaksanaan PAW nanti, tepatnya tanggal 19 Mei 2026, akan lahir calon pemimpin yang kredibel, transparan, dan akuntabel. Pemimpin yang mampu membawa masyarakat Desa Parungsari ke arah lebih baik, sehat, dan sejahtera, sesuai visi Bupati dan Wakil Bupati menuju Lebak Ruhay,” ungkap Jaenudin.
Ia juga berpesan kepada para calon agar menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban sehingga tercipta suasana kondusif di masyarakat. Sementara bagi calon yang tidak lolos, Jaenudin berharap agar tetap legowo menerima hasil keputusan panitia.
Tiga Calon Lolos Tahapan Pilkades PAW
Ketua Panitia Pilkades PAW Desa Parungsari, Mustofa, menyampaikan bahwa tahapan uji kompetensi terhadap lima calon telah selesai dilaksanakan. Dari hasil tersebut, ditetapkan tiga calon yang lolos ke tahapan berikutnya:
– Nomor Urut 1: Ika Yulianti (bendera biru)
– Nomor Urut 2: Didin Wahyudin (bendera merah)
– Nomor Urut 3: Cucu Mutiara (bendera kuning)
Jumlah daftar pemilih tetap (DPM) tercatat sebanyak 129 orang.
“Tahapan berikutnya tinggal menunggu hari penentuan Pilkades melalui musyawarah desa (musdes) yang akan dilaksanakan pada 19 Mei 2026. Semoga pelaksanaan berjalan aman dan lancar, serta calon terpilih mampu membawa Desa Parungsari lebih baik, maju, dan sejahtera,” ujar Mustofa.
Ketua BPD Desa Parungsari, Asep Anwar, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau jalannya Pilkades PAW agar dilaksanakan secara demokratis, jujur, dan bersih, sehingga tercipta suasana kondusif di masyarakat. (Yanto-CNC)















