LEBAK  

Diduga Tak Sesuai Standar Harga dan Kualitas, Menu MBG SMKN Rangkasbitung Dan Posyandu Desa Tambakbaya Disorot King Badak

LEBAK, CNC MEDIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menuai sorotan. Ditemukan jenis makanan yang disediakan untuk siswa tidak memenuhi standar harga maupun kualitas.

Seorang siswa kelas XI SMKN Rangkasbitung menyebutkan isi kotak makanan hanya terdiri dari satu butir telur, dua biji kurma, satu susu kemasan kecil, dan satu kue kering. “Nilai harganya paling sekitar delapan ribu rupiah per kotak,” ujarnya.

Sorotan semakin tajam datang dari Kampung Cidalung, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak. Aktivis King Badak menilai program yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menimbulkan kekecewaan.

Eli Sahroni, aktivis anti-korupsi Banten, menegaskan bahwa pemerintah semakin mempertontonkan kesalahan dalam program pembangunan.

“Program makan gratis dari uang pajak rakyat tak patut diteruskan kalau negara ini tak ingin bangkrut lima tahun ke depan,” katanya. Selasa (24/2/2026).

Menurut Eli, Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera bertindak. Ia menilai pelaksanaan program MBG berpotensi menjadi ajang korupsi berjamaah yang merugikan keuangan negara.

“APH harus menyelamatkan uang negara dari program makan anak sekolah dan posyandu yang hanya dijadikan ladang korupsi,” tegasnya.

Program MBG sejatinya bertujuan mulia: memastikan asupan gizi masyarakat terpenuhi. Namun dugaan praktik penyimpangan, seperti pemotongan anggaran atau pengurangan kualitas demi keuntungan pribadi, justru mencoreng niat baik tersebut. Jika benar terjadi, hal ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan publik. (Red-CNC)