LEBAK, CNC MEDIA –
PDI Perjuangan menggelar layanan pengobatan gratis bagi masyarakat di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu 11 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Ketug Tengah, Desa Citeras, dan menyasar warga Desa Mekarsari, Desa Citeras, serta wilayah sekitarnya.
Kegiatan yang digelar dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr Ribka Tjiptaning. Turut mendampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten H Ade Sumardi, Ketua DPRD Lebak Fraksi PDI Perjuangan dr Juwita Wulandari, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak Junaedi Ibnu Jarta, serta sejumlah anggota dewan lainnya.
Layanan kesehatan ini diselenggarakan oleh Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan bersama DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak. Sejak pukul 10.00 WIB, ratusan warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Adapun layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan fisik, cek darah, penanganan keluhan kesehatan umum, serta konsultasi medis langsung dengan tenaga kesehatan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dr Ribka Tjiptaning menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
“Kami menindaklanjuti perintah Ibu Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang selalu menangis dan tertawa bersama rakyat. Jadi PDI Perjuangan, baik dalam kondisi bencana maupun tidak, sudah bertahun-tahun menjalankan kegiatan seperti ini,” ujar dr Ribka Tjiptaning kepada hitamputih.co.id disela-sela kegiatan.

brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;
Ia berharap kegiatan pengobatan gratis tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tengah persoalan kepesertaan BPJS.
“Harapannya kegiatan pengobatan gratis ini bermanfaat untuk rakyat. Kita tahu rakyat masih membutuhkan layanan kesehatan, apalagi dengan adanya 11 juta BPJS yang dinonaktifkan. Kita sangat prihatin negara belum becus mengurus rakyatnya. Hal ini sudah kami suarakan lewat parlemen,” kata dr Ribka Tjiptaning.
Ia menambahkan bahwa Fraksi PDI Perjuangan telah mendapatkan penjelasan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait kepesertaan tersebut.
“Fraksi PDI Perjuangan sudah mendapat tanggapan bahwa rakyat tidak usah takut, 11 juta BPJS itu masih bisa dipakai dan tidak ada penonaktifan,” tegas dr Ribka Tjiptaning.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak Junaedi Ibnu Jarta menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi partai dalam mendampingi masyarakat.
“Ini kegiatan bersama Tim Kesehatan DPP PDI Perjuangan, DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak. PDI Perjuangan selalu konsisten tertawa dan menangis bersama rakyat. Ini bagian dari pembuktian dan implementasi bahwa kami akan terus bersama rakyat dalam kondisi apapun,” ujar Junaedi Ibnu Jarta.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan serupa digelar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Pihaknya berharap masyarakat yang telah memanfaatkan layanan tersebut dapat memperoleh kesembuhan.
Junaedi juga menyinggung persoalan BPJS PBI JKN yang dinonaktifkan. Menurutnya, pihaknya telah melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama BPJS.
“Kalau masyarakat masuk rumah sakit yang penting sudah dirawat, kita tetap tanggung tiga bulan ke depan. Bagi yang BPJS-nya belum aktif karena perubahan desil, akan kita perjuangkan menyesuaikan dengan kondisi realitas masyarakat,” kata Junaedi Ibnu Jarta.
Ia juga meminta agar rumah sakit tidak melakukan penolakan terhadap pasien.
“Kami meminta rumah sakit jangan sampai ada penolakan. Dengan adanya penonaktifan BPJS, PDI Perjuangan siap mengawal bersama masyarakat. Kami akan suarakan supaya tidak terjadi kegaduhan dan tidak terjadi diskriminasi terhadap masyarakat,” tegas Junaedi Ibnu Jarta.
Kegiatan pengobatan gratis ini menjadi bagian dari upaya pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, sekaligus respons terhadap dinamika kebijakan jaminan kesehatan yang berkembang saat ini.
Di tengah isu penonaktifan BPJS, masyarakat tetap menunjukkan antusiasme mengikuti pengobatan gratis tersebut. Salah satunya Aswan (63), warga yang mengaku memiliki sejumlah keluhan kesehatan.
Ia menyampaikan rasa senangnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena sangat membantu masyarakat yang membutuhkan layanan medis.(day)















